Ilustrasi bayi baru lahir (freepik/v.ivash)
INDOZONE.ID - Memilih pakaian untuk bayi newborn adalah salah satu hal yang paling menyenangkan bagi orang tua baru. Namun, di balik motif yang lucu dan warna yang menggemaskan, ada hal penting yang sering terlewatkan: bahan pakaiannya.
Kulit bayi newborn sangat sensitif, tipis, dan belum memiliki perlindungan sekuat kulit orang dewasa. Kesalahan dalam memilih bahan bisa memicu ruam, alergi, atau iritasi yang tentu saja membuat si kecil tidak nyaman.
Untuk memastikan kulit bayi tetap sehat dan aman, ada beberapa bahan pakaian yang wajib dihindari. Berikut adalah 7 di antaranya.
Baca juga: 7 Tempat Paling Aman jika Terjebak Kericuhan: Panduan Cepat dan Strategis untuk Perlindungan Diri!
Bahan sintetis seperti poliester dan nilon sering digunakan karena murah dan mudah kering. Namun, bahan ini tidak memiliki sirkulasi udara yang baik (non-breathable).
Poliester dan nilon memerangkap panas dan keringat di permukaan kulit, yang bisa menjadi penyebab utama ruam popok dan iritasi kulit, terutama di lipatan-lipatan tubuh bayi.
Meskipun wol dikenal hangat, wol kasar atau wol yang tidak diolah dengan baik memiliki serat yang tebal dan tajam. Serat ini bisa menggesek kulit bayi yang lembut, menyebabkan sensasi gatal dan kemerahan.
Jika ingin menggunakan pakaian berbahan wol, pilih jenis wol yang sangat lembut dan halus seperti wol merino atau rajutan yang longgar.
Baca juga: 30 Caption Perjuangan Hidup yang Penuh Semangat dan Inspirasi
Warna-warna cerah pada pakaian bayi mungkin terlihat menarik, tetapi seringkali menggunakan pewarna sintetis yang kuat. Bahan kimia ini bisa memicu reaksi alergi pada kulit sensitif bayi.
Pilihlah pakaian dengan warna-warna pastel atau netral yang biasanya menggunakan pewarna yang lebih aman.
Rayon dan viscose adalah bahan semi-sintetis yang terbuat dari serat selulosa yang diproses secara kimia. Meskipun terasa lembut, proses kimia yang digunakan bisa meninggalkan residu yang dapat mengiritasi kulit bayi.
Selain itu, bahan ini juga tidak menyerap keringat dengan baik, sehingga bisa membuat bayi merasa gerah.
Pakaian bayi dengan glitter atau sablonan plastik yang timbul mungkin terlihat imut, tetapi partikel glitter bisa lepas dan masuk ke mata atau mulut bayi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Health Line