Ilustrasi thrifting (Instagram/cgrsecondstuff)
INDOZONE.ID - Coba jalan-jalan ke pusat perbelanjaan, lalu bandingkan dengan toko-toko thrift yang lagi ramai di sudut kota.
Bedanya langsung kerasa banget. Di satu sisi, fast fashion terus gencar menawarkan baju baru tiap minggu dengan harga miring.
Tapi di sisi lain, makin banyak anak muda—terutama Gen Z—yang justru lebih bangga pakai baju bekas.
Aneh? Nggak juga. Sekarang, justru thrifting jadi simbol gaya hidup keren, sadar lingkungan, dan pastinya lebih unik.
Baca juga: 7 Ide Kostum Halloween 2025 untuk Pria yang Keren dan Elegan
Dulu, beli baju bekas mungkin identik dengan “ngirit”. Sekarang beda.
Buat Gen Z, thrifting bukan cuma soal hemat, tapi juga cara buat tampil beda dan lebih bertanggung jawab sama bumi.
Setiap potong baju di toko thrift punya cerita sendiri—bisa aja itu jaket yang udah keliling dunia, atau kaus vintage yang nggak bakal ada duanya.
Sementara itu, fast fashion malah makin sering dikritik.
Produksi masal, bahan cepat rusak, dan limbah yang menumpuk bikin orang sadar, kalau gaya cepat ganti ternyata ada harganya—dan bukan cuma di dompet, tapi juga di lingkungan.
Baca juga: 7 Ide Kostum Halloween 2025 yang Kekinian dan Seru
Makanya banyak anak muda sekarang yang mikir dua kali sebelum beli baju baru.
Jangan salah, media sosial punya andil besar di balik naiknya budaya thrift.
Di TikTok, Instagram, dan Pinterest, banyak banget kreator yang pamer outfit of the day hasil berburu di toko bekas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Goodwillvirginia.com