Selasa, 02 SEPTEMBER 2025 • 14:05 WIB

7 Bahan Pakaian yang Wajib Kamu Tau untuk Dihindari oleh Bayi Newborn, Apa Saja Ya?

Author

Ilustrasi bayi baru lahir (freepik/v.ivash)

INDOZONE.ID - Memilih pakaian untuk bayi newborn adalah salah satu hal yang paling menyenangkan bagi orang tua baru. Namun, di balik motif yang lucu dan warna yang menggemaskan, ada hal penting yang sering terlewatkan: bahan pakaiannya. 

Kulit bayi newborn sangat sensitif, tipis, dan belum memiliki perlindungan sekuat kulit orang dewasa. Kesalahan dalam memilih bahan bisa memicu ruam, alergi, atau iritasi yang tentu saja membuat si kecil tidak nyaman.

7 Bahan Pakaian yang Wajib untuk Bayi Newborn

Untuk memastikan kulit bayi tetap sehat dan aman, ada beberapa bahan pakaian yang wajib dihindari. Berikut adalah 7 di antaranya.

Baca juga: 7 Tempat Paling Aman jika Terjebak Kericuhan: Panduan Cepat dan Strategis untuk Perlindungan Diri!

1. Poliester dan Nilon

Bahan sintetis seperti poliester dan nilon sering digunakan karena murah dan mudah kering. Namun, bahan ini tidak memiliki sirkulasi udara yang baik (non-breathable). 

Poliester dan nilon memerangkap panas dan keringat di permukaan kulit, yang bisa menjadi penyebab utama ruam popok dan iritasi kulit, terutama di lipatan-lipatan tubuh bayi.

2. Wol Kasar

Meskipun wol dikenal hangat, wol kasar atau wol yang tidak diolah dengan baik memiliki serat yang tebal dan tajam. Serat ini bisa menggesek kulit bayi yang lembut, menyebabkan sensasi gatal dan kemerahan. 

Jika ingin menggunakan pakaian berbahan wol, pilih jenis wol yang sangat lembut dan halus seperti wol merino atau rajutan yang longgar.

Baca juga: 30 Caption Perjuangan Hidup yang Penuh Semangat dan Inspirasi

3. Pewarna Sintetis dan Bahan Kimia

Warna-warna cerah pada pakaian bayi mungkin terlihat menarik, tetapi seringkali menggunakan pewarna sintetis yang kuat. Bahan kimia ini bisa memicu reaksi alergi pada kulit sensitif bayi. 

Pilihlah pakaian dengan warna-warna pastel atau netral yang biasanya menggunakan pewarna yang lebih aman.

4. Rayon dan Viscose

Rayon dan viscose adalah bahan semi-sintetis yang terbuat dari serat selulosa yang diproses secara kimia. Meskipun terasa lembut, proses kimia yang digunakan bisa meninggalkan residu yang dapat mengiritasi kulit bayi. 

Selain itu, bahan ini juga tidak menyerap keringat dengan baik, sehingga bisa membuat bayi merasa gerah.

5. Pakaian Berglitter atau Bertempelan Plastik

Pakaian bayi dengan glitter atau sablonan plastik yang timbul mungkin terlihat imut, tetapi partikel glitter bisa lepas dan masuk ke mata atau mulut bayi. 

Selain itu, bahan tempelan plastik yang tebal juga bisa membuat kulit bayi tidak bernapas, sama seperti poliester. Pilihlah pakaian dengan sablonan yang lembut dan tidak tebal.

6. Pakaian Berbahan Tebal dan Panas

Meskipun bertujuan untuk menghangatkan, pakaian yang terlalu tebal seperti beludru atau fleece bisa membuat bayi kepanasan, terutama di negara tropis seperti Indonesia. 

Suhu tubuh bayi belum bisa diatur dengan baik, dan pakaian yang terlalu tebal bisa menyebabkan bayi berkeringat berlebihan, yang berujung pada ruam.

7. Pakaian Ketat dan Berlabel Kasar

Pakaian yang terlalu ketat dapat menekan kulit dan menghambat sirkulasi udara, yang memicu iritasi. 

Selain itu, label atau merek pakaian yang berbahan kasar seringkali menggosok kulit leher dan punggung bayi, menyebabkan ruam dan rasa tidak nyaman. Selalu periksa label dan potong jika terasa kasar.

Memilih pakaian bayi yang aman adalah investasi untuk kesehatan kulit si kecil. Menghindari bahan pakaian bayi newborn yang berpotensi menyebabkan iritasi adalah langkah awal yang bijak. 

Selalu prioritaskan kenyamanan dan keamanan, bukan sekadar tampilan. Kulit bayi yang sehat adalah cerminan dari perawatan yang cermat dari orang tua.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Health Line

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU