INDOZONE.ID - Kawasan pesisir Mattirotasi, Kota Parepare, Sulawesi Selatan, tidak hanya menjadi lokasi favorit untuk menikmati pemandangan laut saat sore. Saat malam tiba, tempat ini berubah menjadi pusat thrifting atau berburu pakaian bekas impor yang akrab disebut cakar (cap karung).
Lapak-lapak pedagang mulai buka selepas magrib hingga pukul 22.00 WITA. Suasana malam di tepi pantai yang sejuk membuat kegiatan belanja semakin diminati warga, baik anak muda maupun keluarga.
“Kalau datang lebih awal setelah buka, biasanya pilihan masih banyak. Kadang bisa dapat barang branded dengan harga murah,” ujar Rahma, salah satu pengunjung, Sabtu (6/9/2025).
Baca juga: Fenomena Fashion Thrifting yang Kembali Viral, Tren Baru di Kalangan Milenial dan Gen Z
Harga yang ditawarkan cukup bervariasi. Mulai dari Rp10 ribu sudah bisa mendapatkan kaus atau kemeja, sementara jaket, celana, hingga tas branded secondhand bisa mencapai Rp50 ribu sampai Rp100 ribu, tergantung kondisi dan merek.
“Paling ramai malam Minggu. Banyak anak muda datang cari barang unik atau vintage. Kalau rezeki bagus, bisa dapat barang mahal dengan harga sangat murah,” kata Ical, salah seorang pedagang.
Baca juga: Momen Nikita Willy Thrifting di Pasar Senen, Nemuin Kemeja Brioni yang Harganya Gak Main-main!
Kehadiran pasar malam cakar ini menambah daya tarik kawasan Mattirotasi. Warga tidak hanya datang untuk sekadar jalan-jalan atau menikmati kuliner pinggir pantai, tetapi juga bisa pulang dengan kantong belanja penuh barang berkualitas.
Tak heran, berburu cakar di Mattirotasi kini menjadi salah satu alternatif wisata malam paling diminati di Parepare.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan