INDOZONE.ID - Muslim Fashion Festival (Muffest) kembali hadir di tahun 2025 dengan harapan besar untuk menjadi kunci memperkuatnya daya saing industri Fashion Muslim Indonesia di panggung global.
Ajang bergengsi ini menjadi wadah bagi para desainer industri fashion Muslim, untuk unjuk gigi dan menunjukan potensi besar yang dimiliki.
Seperti diketahui industri fashion muslim diprediksi akan tumbuh pesat dalam beberapa tahun ke depan.
Hal ini diperkuat dengan data dari State of Global Islamic Economy Report, konsumsi fashion Muslim di dunia diproyeksikan mencapai 428 miliar dolar AS pada 2027.
Baca Juga: Potret Fashion Show 7 Desainer dalam Pembukaan Muffest 2025
Dengan peluang besar ini, Indonesia diharapkan mampu meningkatkan daya saing untuk memperkuat posisinya sebagai pusat industri fashion Muslim dunia.
Hal itu diungkap oleh Dirjen Industri Kecil Menengah & Aneka Kementerian Perindustrian, Reni Yanita saat memberikan kata sambutan dalam pembukaan Muffest 2025.
Reni sangat mengapresiasi penyelenggaraan Muffest yang bisa menjadi kunci sukses meningkatkan daya saing pasar fashion Muslim global.
"Dengan potensi pasar dan perkembangan industri fashion Muslim yang ada, kita harus optimistis untuk memaksimalkan penguasaan pasar domestik maupun meningkatkan daya saing kita di pasar global. Caranya ya dengan mengaktualisasi keikutsertaan pada ajang-ajang pameran seperti ini. Saya sangat mengapresiasi Muffest yang sudah 10 tahun ini konsisten terselenggara," kata Reni pada Kamis (20/2/2025).
Reni mengatakan bahwa Indonesia merupakan negara dengan penduduk beragama Muslim terbanyak, modest fashion nasional juga semakin diperhitungkan berkat kreativitas para desainer dan pelaku usaha.
Hal ini tentu akan menjadi potensi besar Indonsia dalam mendominasi industri fashion Muslim di dunia.
Untuk saat ini Indonesia tengah menduduki peringkat ketiga dalam ekosistem fashion Muslim dunia, setelah Turki dan Malaysia.
Namun, meskipun mendominasi ekosistem, Indonesia masih tertinggal dalam hal ekspor produk Muslim.
Untuk mengatasi hal tersebut, pasar ekspor ke negara-negara Organisasi Kerjasama Islam (OKI) masih dikuasai China, Turki, dan India.
"Hal ini menjadi tantangan bagi industri fashion Muslim Tanah Air untuk tidak hanya mendominasi ekosistemnya, tapi juga bagaimana pasar yang begitu besar itu kita optimalkan dengan memperluas pasar ekspor," papar Reni Yanita.
Reni mengatakan bahwa Kementerian perindustrian telah melakukan berbagai langkah strategis.
Upaya tersebut mencakup perumusan kebijakan, serta program kegiatan dalam mendukung ekosistem industri modest fashion, seperti peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM), pengembangan kualitas produk, memfasilitasi sertifikasi halal, bantuan mesin peralatan, serta balai program inkubasi fashion.
Muffest 2025 mengusung tema 'Connecting in Style', yang menekankan pentingnya kolaborasi dan konektivitas antar berbagai pihak dalam industri fashion Muslim.
Dengan adanya tema ini diharapkan dapat menjadi semangat bagi para pelaku industri untuk bersatu, berinovasi, dan menciptakan produk-produk yang berkualitas dan berdaya saing tinggi.
Writer: Hilwah Nur Puspitawati
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung