INDOZONE.ID - Banyak orang masih ragu dengan hubungan jarak jauh. Sebagian besar menganggap, begitu jarak memisahkan, hubungan akan perlahan memudar. Padahal, kenyataannya tak selalu begitu.
Jarak bukan penentu akhir, tetapi cara dua orang menjaga kedekatanlah yang menentukan arah cerita mereka.
Peneliti hubungan dari University of Victoria, Anabelle Bernard Fournier, menyebut ada dua hal sederhana namun krusial agar hubungan jarak jauh tetap sehat, yaitu membangun interaksi positif dan meluangkan waktu untuk bertemu langsung.
Baca juga: 8 Cara Menjaga LDR Agar Tetap Harmonis Dengan Pacar
Sebuah studi menarik bertajuk “Go Long! Predictor of Positive Relationship Outcomes in Long-Distance Dating Relationships” yang dilakukan oleh Emma Dargie dan timnya menemukan bahwa pasangan yang menjalani LDR ternyata bisa merasakan tingkat keintiman dan kepuasan yang sama, bahkan lebih tinggi dibanding pasangan yang tinggal berdekatan.
Mengapa bisa begitu? Karena ketika jarak menjadi penghalang fisik, komunikasi berubah menjadi jembatan utama. Mereka yang menanamkan optimisme dalam setiap percakapan biasanya lebih terbuka, saling menghargai, dan lebih kuat menghadapi masa sulit.
“Cara kita memandang hubungan punya pengaruh besar. Pasangan yang melihat hubungannya dengan positif cenderung lebih bahagia dan stabil,” tulis Fournier dalam artikelnya di Verywell Mind.
Pengacara perceraian terkenal, Laura Wasser, juga memiliki pandangan serupa. Ia menyarankan pasangan LDR untuk tetap terlibat dalam rutinitas satu sama lain.
“Kirimkan hal-hal kecil yang membuat kalian merasa dekat, seperti foto pemandangan pagi, lagu yang sedang kamu dengar, atau cerita lucu dari pengalamanmu hari ini,” ujarnya.
Terkadang bukan kejutan besar yang membuat hubungan bertahan, melainkan hal-hal sederhana yang menunjukkan bahwa kalian masih hadir dalam keseharian masing-masing.
Tidak bisa dipungkiri, LDR memiliki tantangan yang nyata, terutama soal biaya dan waktu. Tiket perjalanan, tempat menginap, hingga pengeluaran kecil saat akhirnya bisa bertemu, semuanya butuh perencanaan. Namun, menurut Fournier, pertemuan tatap muka bukan beban, melainkan investasi emosional.
“Anggap perjalanan untuk bertemu pasangan sebagai bagian dari kebutuhan penting, bukan kemewahan,” jelasnya.
“Sentuhan langsung dan tatapan mata membawa efek emosional yang tidak bisa digantikan oleh video call.”
Baca juga: 7 Cara Meluluhkan Hati Pacar LDR yang Marah, agar Hubungan Tetap Harmonis
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Verywell Mind