Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Minggu, 21 JUNI 2026 • 05:00 WIB

Keras Hati dalam Bahasa Agama Sering Disebut dengan Qaswah Al-Qalb, Ini Penjelasannya

Keras Hati dalam Bahasa Agama Sering Disebut dengan Qaswah Al-Qalb, Ini PenjelasannyaIlustrasi, keras hati dalam bahasa agama (freepik/magnific.com)

INDOZONE.ID - Dalam ajaran agama Islam, menjaga kesehatan batin dan kalbu sama pentingnya dengan menjaga kesehatan fisik. Terdapat beberapa sifat tercela atau penyakit hati yang harus dihindari oleh setiap umat muslim, dan salah satu yang paling berbahaya adalah sifat keras hati.

Islam sangat memperhatikan perihal sehatnya kalbu. Sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah saw. dalam riwayat Bukhari, di dalam tubuh manusia terdapat segumpal daging; apabila segumpal daging itu baik, maka baiklah seluruh tubuhnya, namun apabila rusak, maka rusak pula seluruh tubuhnya, dan segumpal daging itu adalah kalbu atau hati. Pertanyaannya, keras hati dalam bahasa agama sering disebut dengan apa dan bagaimana dampaknya?

Berikut INDOZONE sajikan rangkuman lengkap mengenai pengertian, ciri-ciri, penyebab, hingga cara mengobati keras hati menurut pandangan Islam.

Baca juga: Makna Islam, Iman, Dan Ihsan Menurut Hadis Rasulullah

Apa yang Dimaksud dengan Qaswah Al-Qalb?

Keras hati dalam bahasa agama sering disebut dengan qaswat al-qalb atau qaswah al-qalb. Merujuk pada buku Akidah Akhlak Madrasah Aliyah karya Toto Edidarmo dan Mulyadi, keras hati adalah sebuah kondisi di mana hati seseorang mengeras, membeku, atau membatu yang diakibatkan oleh banyaknya dosa dan maksiat yang dilakukan kepada Allah SWT.

Dalam pandangan ulama tafsir, seperti yang termuat dalam Tafsir al-Misbah dan Tafsir al Quran al-Azhim, pengertian keras hati adalah kondisi hati yang tidak mau melemah, tidak mau tunduk, atau tidak lunak meskipun telah melihat tanda-tanda kebesaran Allah dan mukjizat-Nya.

Kondisi hati yang mengeras ini pada akhirnya akan membuat pintu hidayah tertutup rapat bagi orang tersebut.

Hati yang keras sangat berbahaya karena dapat memicu kebencian dan kemarahan yang tidak terkendali. Selain itu, keras hati juga membuat seseorang kehilangan kepekaan sehingga ia sudah tidak bisa lagi membedakan mana perbuatan yang benar dan mana yang salah.

Seseorang dengan penyakit hati ini akan memiliki kecenderungan untuk menjauhi kebenaran, mendekati hal-hal yang batil, menyukai keburukan, dan bahkan mencintai kejahatan.

Baca juga: Hidayah dalam Islam: Pengertian, Jenis, dan Cara Meraih Petunjuk Allah SWT

Apa Ciri-Ciri Orang Keras Hati?

Untuk mendeteksi apakah diri kita atau orang di sekitar kita terjangkit penyakit hati ini, Al Quran dan hadis telah memberikan beberapa pedoman. Berikut adalah ciri-ciri orang yang keras hatinya:

1. Tidak Terluka Hatinya Jika Berbuat Buruk

Orang yang hatinya keras tidak akan merasa bersedih, bersalah, atau terluka hatinya ketika ia melakukan perbuatan dosa maupun mengalami ketidaktahuan akidah. Sebaliknya, hati yang sehat pasti akan langsung merasakan alarm keburukan saat melakukan kesalahan.

2. Tidak Terpengaruh Saat Mendengar Ayat Al Quran

Ciri selanjutnya adalah perasaannya tidak terpengaruh atau bergetar sama sekali apabila dibacakan ayat-ayat Al Quran. Hal ini bertolak belakang dengan orang mukmin sejati yang hatinya akan gemetar dan imannya bertambah saat nama Allah disebut, sebagaimana termaktub dalam Surah Al-Anfal ayat 2.

3. Suka Bermalas-malasan dalam Ketaatan

Orang yang terkena qaswah al-qalb akan merasa sangat malas untuk melakukan amal kebaikan dan ketaatan kepada Allah. Ia juga akan meremehkan perbuatan maksiat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berbagai Sumber

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Keras Hati dalam Bahasa Agama Sering Disebut dengan Qaswah Al-Qalb, Ini Penjelasannya

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!