Ilustrasi modus love bombing. (Eliani Kusnedi)
INDOZONE.ID - Di era aplikasi kencan yang serba cepat, banyak orang gampang hanyut saat bertemu sosok yang terasa “pas banget”.
Baru kenal hitungan hari, pesan pagi–malam sudah rutin. Ketemu baru sekali dua kali, tapi sudah sering bilang rindu. Bahkan belum sebulan, obrolan bisa langsung lompat ke arah nikah, tinggal bareng, sampai rencana punya anak.
Sekilas, ini terasa manis. Perhatian penuh, kata-kata hangat, dan sikap yang terlihat serius bisa bikin hati cepat percaya.
Tapi situasi seperti ini tidak selalu aman.
Bisa jadi, kamu sedang berhadapan dengan love bombing, pola pendekatan yang terlihat romantis di awal, tapi berpotensi berujung tidak sehat.
Baca juga: 5 Tips Menghindari Pelaku Love Bombing Menurut Detektif Asmara Jubun
Love bombing adalah cara seseorang “membanjiri” orang lain dengan perhatian dan kasih sayang dalam waktu singkat.
Bentuknya bisa macam-macam: chat terus-menerus, pujian berlebihan, janji besar, atau sikap yang seolah-olah sangat butuh kamu. Semua itu dilakukan sangat cepat, bahkan sebelum benar-benar saling mengenal.
Tujuannya sering kali sama: bikin kamu cepat merasa dekat dan nyaman.
Beberapa hal yang patut diperhatikan, misalnya:
Di permukaan, ini terlihat seperti keseriusan. Tapi kalau terlalu cepat, justru perlu dipertanyakan.
Karena kenyataannya, hubungan butuh waktu. Mengenal sifat, kebiasaan, sampai cara berpikir seseorang tidak bisa instan.
Jawabannya sederhana: semua orang suka diperlakukan spesial.
Perhatian terus-menerus dan kata-kata manis bisa bikin seseorang merasa dihargai. Apalagi kalau sedang butuh teman atau baru selesai dari hubungan yang tidak menyenangkan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Healthline.com