Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 14 APRIL 2022 • 04:00 WIB

Mengenal Tradisi Sewa Gigi di Turki yang Kerap Dilakukan saat Ramadhan

Mengenal Tradisi Sewa Gigi di Turki yang Kerap Dilakukan saat RamadhanIlustrasi tradisi sewa gigi di Turki. (TRT World)

Ketika bulan Ramadhan tiba, umat Islam di seluruh dunia terlibat dalam kegiatan budaya yang berbeda-beda, terutama selama waktu berbuka puasa.

Karena budaya terus berubah seiring waktu, banyak masyarakat cenderung kehilangan tradisi tertentu. Misalnya saja di Turki, tradisi 'menyewa gigi' di negara tersebut kian memudar dari masyarakat sejak jatuhnya Kekaisaran Ottoman.

Meski mulai memudar, tradisi menyewa gigi masih bisa ditemukan di Turki sampai saat ini. Di masa lalu, tradisi ini diadakan saat makan malam berbuka puasa di rumah-rumah mewah dan istana, di mana tamu akan hadiah mahal berupa piring perak, rosario kuning, batu mulia, cincin perak, dan koin emas yang dibungkus tas beludru.

Baca juga: Cuma Ada di Turki, Keramik Ini jadi Penghias Masjid hingga Kuburuan Sultan!

Tradisi ini dulunya dilakukan oleh penguasa Ottoman yang diselenggarakan saat buka puasa. Tuan rumah akan mengucapkan selamat tinggal kepada tamu dengan mengatakan: 'Kamu telah menjadi tamuku, kamu telah membuat gigimu lelah dengan memakan makanan yang aku sajikan, jadi ini adalah gigimu.'

Kebiasaan sewa gigi kemudian mengalir ke jajaran menengah birokrasi militer dan sipil Utsmaniyah. Perwira berpangkat rendah mulai menganggap itu tugas mereka untuk pergi ke pesta makan malam atasan mereka.

Dilansir TRT World, 10 hari pertama Ramadhan, sultan Ottoman mengundang wazir dan pejabat tinggi lainnya ke istana untuk berbuka puasa.

Saat menyerahkan hadiah, pelayan sultan akan mencium nampan penuh tas beludru dan kemudian meletakkannya di atas kepalanya untuk disampaikan kepada para tamu. Para tamu akan berperilaku serupa saat menerimanya.

Sewa gigi tidak hanya diberikan oleh para sultan, tetapi juga oleh para wazir. Menurut catatan sejarah, sumber menyatakan bahwa Mahmud Pasha, salah satu wazir kuat Fatih Sultan Mehmed, memasukkan koin emas ke dalam nasi di jamuan makan. Koin-koin itu akan menjadi milik tamu yang menemukannya saat makan.

Tradisi sewa gigi sebagian besar dilihat sebagai milik elit Ottoman, tetapi pada akhir abad ke-18, itu telah menyebar ke semua lapisan masyarakat. Orang juga memberi sedekah, sadaka, atas nama sewa gigi agar tidak mencederai harkat dan martabat orang miskin.

Artikel Menarik Lainnya:

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Mengenal Tradisi Sewa Gigi di Turki yang Kerap Dilakukan saat Ramadhan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!