Ilustrasi sholat (photo/unsplash/@sxy_selia)
INDOZONE.ID - Dalam ajaran Islam, hubungan seorang hamba dengan Allah SWT tidak hanya didasari oleh rasa takut akan azab atau harapan mendapatkan pahala. Ada juga rasa cinta yang menjadi bagian penting dalam keimanan seorang Muslim.
Rasa cinta kepada Allah SWT dalam Islam dikenal dengan istilah mahabbah. Mahabbah berarti mencintai Allah dengan sepenuh hati, yang dibuktikan dengan menjalankan perintah-Nya, menjauhi larangan-Nya, dan mengikuti ajaran Rasulullah SAW.
Lalu, apa sebenarnya pengertian mahabbah dan apa maknanya dalam Islam? Simak penjelasannya berikut.
Secara bahasa, mahabbah berasal dari bahasa Arab ahabba–yuhibbu–mahabbatan (أحبّ – يحبّ – محبّة) yang berarti mencintai, menyayangi, atau memiliki rasa kasih yang mendalam terhadap sesuatu.
Secara istilah dalam ilmu akhlak dan tasawuf, mahabbah adalah rasa cinta yang sangat kuat kepada Allah SWT yang membuat seseorang ingin selalu dekat dengan-Nya. Rasa cinta ini mendorong seseorang untuk taat dan menjauhi larangan Allah.
Jika seseorang sudah mencapai tingkat mahabbah, maka seluruh hidupnya, mulai dari niat, perkataan, hingga perbuatan, hanya ditujukan untuk mencari ridha Allah SWT dan mendekatkan diri kepada-Nya.
Baca juga: Bacaan Surat Yusuf Ayat 28: Arab, Latin, Terjemahan, Tafsir Lengkap, dan Maknanya
Dalam Al-Qur’an, mahabbah (cinta kepada Allah) memiliki kedudukan yang sangat penting. Mahabbah dianggap sebagai tujuan hidup seorang hamba dan juga menjadi ukuran sejauh mana keimanan seseorang.]
قُلْ اِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّوْنَ اللّٰهَ فَاتَّبِعُوْنِيْ يُحْبِبْكُمُ اللّٰهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْۗ وَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
Artinya:
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah akan mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Dalam Surah Ali Imran ayat 31, Allah menjelaskan bahwa tanda cinta kepada-Nya adalah dengan mengikuti Rasulullah SAW. Orang yang benar-benar mencintai Allah akan menjalankan ajaran Rasul, dan Allah akan membalasnya dengan ampunan serta kasih sayang.
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مَنْ يَّرْتَدَّ مِنْكُمْ عَنْ دِيْنِهٖ فَسَوْفَ يَأْتِى اللّٰهُ بِقَوْمٍ يُّحِبُّهُمْ وَيُحِبُّوْنَهٗٓۙ اَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ اَعِزَّةٍ عَلَى الْكٰفِرِيْنَۚ يُجَاهِدُوْنَ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَلَيَخَافُوْنَ لَوْمَةَ لَاۤىِٕمٍۗ
ذٰلِكَ فَضْلُ اللّٰهِ يُؤْتِيْهِ مَنْ يَّشَاۤءُۗ وَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ
Artinya:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Masjidismuhuyahya.com