Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 21 OKTOBER 2022 • 12:32 WIB

Keren, Siswa SMK di Ponorogo Mampu Bikin Alat Pemurni Limbah Air Hidroponik

Keren, Siswa SMK di Ponorogo Mampu Bikin Alat Pemurni Limbah Air HidroponikSiswa SMK PGRI 2 Ponorogo berhasil ciptakan alat penjernih air hidroponik. (Z Creators/Gayuh Satria)

Dua siswa SMK PGRI 2 Ponorogo berhasil menciptakan sebuah inovasi berupa sebuah alat yang memiliki fungsi dan manfaat penting dalam sistem pertanian hidroponik.

Mereka adalah Sendi Aidzin Nur Pradana (17) dan Khoirul Anwar (19), keduanya adalah siswa kelas XII SMK. Mereka memberi nama alat ciptaannya dengan nama ‘Hiper’, yang merupakan akronim dari Hidroponics Purifier Water. 

Alat penjernih air hidroponik. (Z Creators/Gayuh Satria)

Sendi mengatakan, inspirasi dalam pembuatan Hiper tersebut berawal ketika ia mengamati sejumlah petani hidroponik yang sembarangan membuang air bekas limbah pertaniannya. 

Padahal dalam air limbah tersebut selain sudah terkontaminasi dengan berbagai macam pupuk, juga terdapat bakteri, jamur, dan pH air yang berada di bawah normal. 

Sehingga ketika air limbah tersebut dibuang langsung ke tanah tanpa proses pemurnian, dikhawatirkan dapat mencemari tanah dan sumber air. 

Alat penjernih air hidroponik. (Z Creators/Gayuh Satria)

Selain itu pH air limbah hidpronik yang cenderung asam atau dibawah normal yakni 6,5 dikhawatirkan dapat membunuh sejumlah hewan pengurai bahan organik seperti cacing. 

Melihat hal tersebut, ia kemudian berinisiatif bersama teman dan gurunya untuk membuat sebuah inovasi alat yang bisa dimanfaatkan oleh para petani hidroponik untuk bisa mengolah kembali air limbahnya. Bahkan selain diolah, air limbah tersebut dapat digunakan kembali untuk bersirkulasi dalam sistem hidroponik sehingga dapat menghemat biaya produksi. 

Pasalnya ketika air dalam sistem hidroponik sudah bersirkulasi dalam waktu yang lama, maka pH dan kandungan bakteri serta jamur dalam air tersebut dapat mencemari tanaman itu sendiri. Selain itu rendahnya pH juga menyulitkan akar tanaman untuk menyerap nutrisi yang telah diberikan pada air hidroponik. 

Bahkan jika terus menerus digunakan, dampaknya petani dapat gagal panen. Sehingga dengan Hiper, diharapkan dapat menekan biaya produksi penggunaan air, serta dapat meningkatkan hasil produksi pertanian dengan sistem hidroponik. Petani juga tidak perlu khawatir untuk membuang air limbahnya karena telah steril. 

“Hiper ini memiliki tiga sistem kerja sekaligus, yakni, filtrasi, sterilisasi, dan penyesuain kadar pH,” kata Sendi. 

Alat penjernih air hidroponik. (Z Creators/Gayuh Satria)

Setiap tahap kerja pada Hiper juga memiliki fungsi masing-masing, seperti filtrasi atau penyaringan, memiliki dua alat penyaringan sekaligus, yakni filtrasi makro dan mikro. Filtrasi makro ini merupakan filter yang berada dipaling depan setelah pompa penghisap menyedot air limbah Hidroponik. 

Filtrasi makro sendiri terdiri dari satu tabung dan bertugas menyaring semua kotoran yang tercampur dalam air limbah. Selanjutnya adalah filtrasi mikro, dimana terdapat tiga tabung yang juga sekaligus berfungsi untuk menjernihkan kembali air limbah.

Setelah melalui filtrasi mikro, maka air selanjutnya akan ditampung dalam sebuah tanki penampungan, dimana dalam tangki tersebut dilakukan proses sterilisasi dengan menggunakan teknologi ozone untuk membunuh jamur dan bakteri dalam air limbah hidpronik. 

Selain itu dalam tanki penampungan tersebut juga dilakukan proses normalisasi pH dimana didalam tangki juga terdapat sebuah sensor pH yang akan mengalirkan air setelah pH airnya normal. Semua proses penyedotan air limbah yang melalui tiga tahap tersebut dilakukan secara otomatis dan diatur oleh mikrokontroller. 

“Setelah pH normal, yakni 6,5 sampai 7,maka air dapat digunakan kembali untuk pertanian hidroponik,” ujar Sendi. 

Siswa SMK PGRI 2 Ponorogo berhasil ciptakan alat penjernih air hidroponik. (Z Creators/Gayuh Satria)

Sementara itu, guru pembimbing, Wayan Aunur Rofiq (24), menuturkan jika alat hasil inovasi siswanya tersebut masih dalam tahap prototipe. Dimana dalam penyesuainnya, alat tersebut masih bisa untuk dikembangkan lagi menyesuaikan dengan kapasitas air yang digunakan dalam sistem hidroponik. 

Mulai dari sistem pompa, kapasitas filter dan kapasitas tangki penampungan masih sangat terbuka untuk dikembangkan dalam skala yang lebih besar. Bahkan pengukuran pH yang saat ini masih dilakukan secara manual, dapat pula ditambahkan dengan display yang dapat menunjukkan besaran pH secara real-time. 

“Inovasi alat ini asih sangat terbuka untuk dikembangkan lagi, sehingga bisa lebih bermanfaat untuk sistem pertanian Hidroponik,” tutur wayan. 

Berkat kreasi dua siswanya tersebut, Hiper berhasil menyabet juara 1 nasional kategori SMK/SMA Inovasi Umum dalam ajang Sobat Competition 2022. 

Artikel menarik lainnya: 

Bikin cerita serumu dan dapatkan berbagai reward menarik! Let’s join Z Creators dengan klik di sini.

Z Creators

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Keren, Siswa SMK di Ponorogo Mampu Bikin Alat Pemurni Limbah Air Hidroponik

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!