Ilustrasi sakit migrain di tempat kerja.
INDOZONE.ID - Serangan migrain dapat datang tiba-tiba dan menyulitkan aktivitas harian, termasuk saat bekerja. Jika sedang berada di rumah, penderita bisa langsung beristirahat dalam gelap, hingga rasa sakit mereda. Namun, kondisi menjadi lebih rumit ketika migrain menyerang di tempat kerja.
Menurut data yang dikutip dari Healthline, lebih dari 90 persen penderita migrain mengaku tidak mampu bekerja secara optimal, saat serangan terjadi. Namun, migrain merupakan penyakit yang tidak tampak secara fisik, sehingga sering disalahpahami sebagai sakit kepala biasa oleh lingkungan sekitar.
Nah, untuk membantu kamu tetap produktif di tengah serangan migrain, berikut sembilan tips yang dapat diterapkan di tempat kerja.
Migrain bukanlah sekadar sakit kepala. Karena gejalanya tidak terlihat, banyak orang menganggapnya remeh. Oleh karena itu, penting untuk jujur kepada atasan atau bagian sumber daya manusia (HR).
Jika diperlukan, mintalah surat keterangan dari dokter untuk menjelaskan bagaimana migrain memengaruhi kinerja kamu.
Baca Juga: Stres Bisa Picu Migrain? Ini Penjelasan Ahli dan Cara Mengatasinya
Migrain dapat mengganggu konsentrasi dan produktivitas. Di Amerika Serikat saja, ada sekitar 157 juta hari kerja hilang setiap tahun akibat migrain.
Jika migrain kamu tergolong mengganggu, kamu bisa mengajukan penyesuaian kerja, seperti perubahan jam kerja, pengurangan beban kerja, atau opsi bekerja dari rumah.
Bersiaplah menghadapi kemungkinan serangan migrain di tengah hari kerja. Carilah rekan yang bisa mengambil alih pekerjaan sementara.
Selain itu, siapkan opsi transportasi pulang seperti taksi atau layanan online, jika kamu tidak mampu mengemudi sendiri.
4. Kelola Stres
Stres merupakan pemicu utama migrain. Lingkungan kerja yang penuh tekanan, atasan yang sulit, dan tenggat waktu yang ketat, bisa memperparah kondisi. Atasi stres dengan:
5. Kendalikan Pemicu Lainnya
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Healthline