Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Minggu, 25 MEI 2025 • 15:15 WIB

Stres Bisa Picu Migrain? Ini Penjelasan Ahli dan Cara Mengatasinya

 

Stres Bisa Picu Migrain? Ini Penjelasan Ahli dan Cara MengatasinyaIlustrasi orang menderita migrain.

INDOZONE.ID - Meski penyebab pasti migrain belum sepenuhnya dipahami, namun ada sekitar 4 dari 5 penderita migrain mengaku stres menjadi pemicunya. Selain itu, momen relaksasi setelah mengalami stres berat, juga bisa memicu serangan migrain.

Dikutip dari Healthline, migrain merupakan kondisi neurologis yang ditandai dengan nyeri berdenyut di satu atau kedua sisi kepala. Biasanya, rasa sakit muncul di area pelipis atau belakang mata. 

Rasa sakit tersebut bisa berlangsung selama beberapa jam hingga beberapa hari. Gejala lain yang sering menyertai migrain adalah mual, muntah, serta sensitivitas terhadap cahaya dan suara.

Hubungan Stres dan Migrain

Menurut American Headache Society, sekitar 80 persen penderita migrain bilang, stres sebagai pemicu utama. Tidak hanya itu, setelah melewati masa stres tinggi, beberapa orang justru mengalami migrain saat memasuki fase tenang. Fenomena ini dikenal sebagai ‘efek let-down.’

Sebuah studi pada tahun 2014 mengungkapkan, penurunan tingkat stres dari satu hari ke hari berikutnya, secara signifikan meningkatkan kemungkinan terjadinya migrain keesokan harinya.

Para peneliti menduga, migrain mungkin dipicu oleh perubahan kadar zat kimia tertentu di otak, seperti serotonin, yang berperan dalam mengatur rasa sakit.

Baca Juga: Tips untuk Mengurangi Migrain dan Meningkatkan Kualitas Tidur

Gejala Migrain dan Tanda-tanda Stres

Gejala stres yang umum meliputi:

  • Sakit perut
  • Nyeri otot
  • Mudah marah
  • Kelelahan
  • Nyeri dada
  • Tekanan darah tinggi
  • Perasaan sedih atau depresi
  • Kehilangan minat terhadap aktivitas yang biasa dinikmati

Stres Bisa Picu Migrain? Ini Penjelasan Ahli dan Cara MengatasinyaIlustrasi seseorang mengalami gejala migrain.

Sementara itu, migrain memiliki beberapa tahap gejala, di antaranya:

1. Fase prodromal (sehari atau dua hari sebelum migrain):

  • Kelelahan
  • Ngidam makanan tertentu
  • Perubahan suasana hati
  • Otot terasa tegang
  • Sensitivitas cahaya
  • Sering menguap

2. Aura (dialami sebagian orang):

  • Gangguan penglihatan seperti kilatan cahaya atau bintik
  • Kesemutan di wajah, lengan, atau kaki
  • Kesulitan bicara 
  • Kehilangan penglihatan sementara

3. Fase sakit kepala (fase utama):

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Healthline

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Stres Bisa Picu Migrain? Ini Penjelasan Ahli dan Cara Mengatasinya

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!