INDOZONE.ID - Siapa di sini yang suka tidur siang setelah makan siang? Atau malah takut tidur siang karena khawatir nanti malam susah tidur? Tenang, kamu nggak sendiri. Ngomong-ngomong soal tidur siang, apakah benar-benar “refreshing” atau malah “nganggu” tidur malam kita? Yuk, kita bahas bareng-bareng supaya tahu kapan waktu bagusnya, durasi yang oke, dan gimana supaya nggak malah bikin susah tidur malam.
Kenapa Kita Pengen Tidur Siang?
Beberapa dari kita mungkin merasa ngantuk setelah makan siang, atau setelah beraktivitas pagi–siang yang padat. Tidur siang (atau disebut juga nap) bisa jadi solusi cepat untuk mengembalikan energi, mengurangi ngantuk, dan bikin otak lebih siap kembali ke aktivitas. Beberapa riset memang menunjukkan bahwa tidur siang memiliki manfaat: bisa meningkatkan kewaspadaan dan performa kognitif.
Baca juga: Efek Kelamaan Tidur Siang, Masih Maghrib Bocah SD Ini Siap-siap Mau Pergi Sekolah
Tapi, Kenapa Bisa Bikin Susah Tidur Malam?
Di sisi lain, ada juga penelitian yang bilang kalau tidur siang terlalu lama atau terlalu dekat dengan jam tidur malam bisa bikin ritme tidur kita berantakan. Akibatnya, malamnya jadi susah tidur atau kualitas tidur malam menurun. Misalnya, ada studi yang menemukan bahwa orang yang sering tidur siang lebih dari satu jam punya kualitas tidur malam lebih buruk dibanding orang yang jarang tidur siang. Jadi, intinya yang penting adalah kombinasi antara durasi tidur siang, waktunya, dan kebiasaan kita sehari-hari.
Kapan dan Berapa Lama Tidur Siang yang “Aman”?
Supaya tidur siang nggak malah bikin tidur malam berantakan, ada beberapa tips yang bisa kamu ikuti.
Pertama, soal waktu. Tidur siang paling pas itu setelah makan siang atau awal sore, jangan terlalu dekat dengan jam tidur malam. Penelitian bilang kalau tidur siang terlalu mepet dengan waktu tidur malam, misalnya kurang dari tujuh jam sebelum tidur biasanya malamnya kita jadi gampang terbangun-terbangun.
Kedua, soal durasi. Banyak ahli menyarankan tidur siang nggak lebih dari tiga puluh menit. Dengan durasi ini, kamu tetap bisa segar, tapi nggak sampai masuk fase tidur dalam yang bikin grogi atau susah bangun.
Terakhir, soal jam mulai tidur siang. Idealnya antara jam satu sampai jam tiga sore, tapi tentu bisa disesuaikan dengan rutinitasmu. Kalau mulai tidur siang terlalu sore, risiko tidur malam terganggu jadi lebih tinggi.
Manfaat Tidur Siang Kalau Dilakukan dengan “Smart”
Kalau tidur siang dilakukan dengan benar, durasi pas dan waktunya tepat manfaatnya cukup banyak:
Pertama, bikin lebih waspada dan otak lebih ngebut. Penelitian menunjukkan tidur siang bisa bikin kewaspadaan, mood, dan performa otak meningkat.
Kedua, bantu proses belajar dan memori. Misalnya, tidur siang sekitar tiga puluh menit bisa bikin kemampuan menyimpan informasi baru jadi lebih baik.
Ketiga, jadi booster energi di siang hari. Kalau pagi sudah capek atau sibuk banget, tidur siang bisa jadi “refresh” supaya sisa hari tetap produktif.
Risiko Kalau Salah Trik
Tapi kalau tidur siang nggak diatur dengan baik, ada beberapa hal yang bisa terjadi:
Pertama, tidur malam bisa jadi susah atau kualitasnya menurun. Kalau durasinya terlalu panjang atau waktunya terlalu mepet sama jam tidur malam, ritme tidur kita bisa berantakan.
Kedua, kamu bisa merasa grogi atau linglung setelah bangun istilahnya sleep inertia. Ini biasanya terjadi kalau kamu masuk ke fase tidur yang dalam, jadi bukannya segar, malah berat dan bingung sebentar.
Ketiga, kalau kebiasaan tidur siangmu panjang dan sering, itu bisa jadi tanda kalau kamu kurang tidur malam atau ada kondisi kesehatan lain yang sebaiknya diperhatikan.
Baca juga: Perlukah Tidur Siang bagi Orang Dewasa? Simak Penjelasannya!
Jadi, Apa yang Harus Dilakukan?
Berikut beberapa tips simpel supaya tidur siangmu tetap “aman” dan nggak ganggu tidur malam:
- Kalau merasa ngantuk setelah makan atau habis aktivitas, istirahatlah sekitar lima belas sampai tiga puluh menit.
- Pasang alarm supaya nggak kebablasan sampai lebih dari tiga puluh menit.
- Pilih waktu tidur siang yang nggak terlalu dekat dengan jam tidur malam.
- Pastikan kondisi ruangan nyaman, redup, nggak terlalu panas, dan minim gangguan.
- Kalau malamnya kamu tetap susah tidur, coba evaluasi lagi mungkin tidur siangnya terlalu lama atau terlalu sore.
Terakhir, anggap tidur siang sebagai “bonus” untuk menyegarkan diri, bukan pengganti tidur malam. Tidur malam tetap prioritas utama.
Tidur siang sebenarnya bukan musuh tidur malam. Malah bisa jadi “secercah penyegar” setelah pagi atau siang yang padat, asal dilakukan dengan benar. Kalau durasinya pas (kurang dari tiga puluh menit), waktunya tepat (tidak terlalu sore), dan kebiasaanmu konsisten, kamu bisa dapat manfaatnya tanpa mengganggu tidur malam.
Sebaliknya, kalau tidur siang terlalu panjang atau waktunya terlalu dekat dengan malam, justru bisa bikin susah tidur atau menurunkan kualitas tidur malam. Intinya, tidur siang yang cerdas akan tetap membuat tidur malammu nyenyak.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: PubMed, Harvard Health