INDOZONE.ID - Pernah nggak sih, kamu dekat banget sama seseorang, dari sering chat, jalan bareng, bahkan mungkin sudah sampai tahap fisik?
Akan tetapi, kamu bingung sebenarnya hubungan kalian ini apa. Bukan pacaran, tapi juga bukan sekadar teman biasa.
Di era dating modern sekarang, istilah seperti situationship dan friends with benefits (FWB) makin sering muncul. Sekilas kelihatannya mirip, sama-sama tanpa label hubungan dan santai.
Namun ternyata, keduanya punya perbedaan yang cukup signifikan, terutama soal perasaan, ekspektasi, dan arah hubungan ke depan.
Masalahnya, banyak orang terjebak di salah satu tanpa benar-benar paham mereka sedang ada di posisi yang mana. Akibatnya sering terjadi salah paham, overthinking, sampai patah hati.
Nah, di artikel ini kita bakal bahas perbedaan situationship vs FWB secara santai tapi jelas. Siap-siap ya, biar kamu bisa lebih ngerti posisi dan nggak lagi nebak-nebak hubungan sendiri!
Penjelasan Situationship
Definisi
Situationship adalah hubungan romantis yang berada di area abu-abu antara sekadar kencan santai dan hubungan yang serius.
Biasanya, hubungan ini ditandai dengan kedekatan emosional, keintiman fisik, dan rutinitas tertentu. Akan tetapi, nggak ada label, kesepakatan jelas, atau tujuan bersama seperti dalam hubungan resmi.
Yang bikin situationship rumit adalah ambiguitasnya. Bisa aja ada perasaan kuat, kebiasaan bareng, bahkan kesan eksklusif.
Sayangnya, semuanya nggak pernah benar-benar dibicarakan. Kalian ada sesuatu, tapi nggak jelas apa statusnya.
Baca juga: 20+ Istilah Dating Apps dan Artinya, Panduan Pemula Biar Gak Salah Paham!
Kenapa Situationship Terjadi?
Beberapa alasan umum kenapa situationship terjadi:
1. Takut komitmen
Salah satu atau kedua pihak belum siap mendefinisikan hubungan, mungkin karena pengalaman masa lalu atau takut terbuka.
2. Harapan diam-diam
Ada yang berharap hubungan ini bakal berkembang jadi lebih serius, tanpa pernah benar-benar ngomongin itu.
Baca juga: 40 Istilah Flirting Gen Z dan Artinya, Panduan PDKT Modern Biar Gak Gagal!
3. Kenyamanan emosional
Dapat keintiman tanpa tanggung jawab hubungan penuh.
4. Pola attachment yang belum selesai
Bisa dipengaruhi luka emosional atau trauma relasi sebelumnya.
Nggak Selalu Buruk
Nggak semua situationship itu negatif. Buat sebagian orang, ini bisa jadi fase yang memenuhi kebutuhan tertentu, kayak pemulihan setelah putus.
Masalah muncul kalau ekspektasi nggak sejalan. Misalnya, satu orang nganggap ini sementara, sementara yang lain mulai berharap masa depan bersama. Di situlah potensi sakit hati mulai muncul.
Tanda-tanda Kamu Ada di Situationship
- Kamu merasa dekat secara emosional, tapi nggak tahu status kalian apa.
- Rencana sering dadakan, jarang bahas masa depan.
- Menghindari obrolan soal komitmen atau eksklusivitas.
- Komunikasi nggak konsisten, tapi cukup bikin kamu tetap bertahan.
- Kamu sering bingung posisi kamu, tapi takut bertanya.
Penjelasan Friends With Benefits (FWB)
Definisi
Friends with benefits adalah hubungan yang menggabungkan pertemanan dengan hubungan seksual. Akan tetapi, nggak ada unsur romantis atau komitmen seperti pasangan.
Beda dengan situationship yang cenderung abu-abu, FWB biasanya lebih jelas batasannya. Akan tetapi, FWB tetap bisa fleksibel atau berubah.
Kalau berjalan dengan baik, FWB bisa terasa nyaman dan menyenangkan. Ada kedekatan fisik dan rasa familiar tanpa tekanan untuk membangun masa depan bersama.
Namun kalau nggak sejalan, bisa juga jadi membingungkan atau menyakitkan.
Kenapa Orang Memilih FWB?
Beberapa alasannya:
1. Hubungan seksual tanpa komitmen
Tetap punya kedekatan tanpa beban hubungan serius.
2. Rasa aman dan percaya
Lebih nyaman dengan orang yang sudah dikenal dibanding orang asing.
3. Mengatasi kesepian
Kadang dipakai sebagai cara coping mechanism dari rasa sepi atau kehilangan.
4. Eksplorasi diri
Mengenal preferensi dan batasan sebelum masuk ke hubungan serius
Penelitian menunjukkan hasil yang beragam soal FWB. Ada yang merasa puas, tapi ada juga yang akhirnya terluka, terutama kalau salah satu mulai berharap lebih.
Tanda-tanda Kamu Ada di Hubungan FWB
- Ada kesepakatan jelas (diucapkan atau nggak) kalau ini bukan hubungan romantis.
- Komunikasi lebih ke hal santai atau rencana ketemu.
- Hampir nggak pernah bahas masa depan atau komitmen.
- Dukungan emosional terbatas.
- Kamu tahu batasannya, tapi kadang nggak sepenuhnya nyaman.
Perbedaan Situationship dan FWB
Kedekatan Emosional vs Netral Secara Emosi
Di situationship, biasanya ada ikatan emosional yang makin dalam. Bahkan, mungkin ada harapan jadi hubungan serius. Kamu mungkin mulai mikir, “Aku mulai suka nggak ya?” atau nunggu doi ngajak ke tahap berikutnya.
Di FWB, hubungan cenderung lebih netral secara emosional. Ada rasa sayang, tapi biasanya nggak sampai ke arah keinginan jangka panjang.
Gaya Komunikasi
Situationship biasanya melibatkan chat rutin, saling update, bahkan membicarakan hal-hal personal. Rasanya kayak pacaran, meskipun nggak pernah didefinisikan.
FWB biasanya lebih santai. Komunikasi fokus ke hal ringan atau rencana ketemu, dengan pemahaman bahwa hubungan ini kasual.
Arah ke Depan
Salah satu ciri utama situationship adalah ketidakjelasan masa depan, meskipun ada keterlibatan perasaan. Kamu mungkin berharap ada masa depan, tapi malah merasa stuck.
FWB biasanya fokus ke situasi saat ini. Nggak ada ekspektasi jangka panjang, kecuali dibicarakan secara jelas.
Batasan dan Ekspektasi
Di situationship, batasannya sering kabur. Kamu mungkin bingung, “Kita ini eksklusif nggak sih?” atau “Boleh nggak doi dekat sama orang lain?”
Di FWB, biasanya lebih jelas soal apa yang jadi batasan. Orang-orang seringnya nggak mau ada romantisasi, komitmen emosional dalam, dan rencana masa depan. Namun, tetap penting untuk update batasan ini seiring waktu.
Ambiguitas vs Kesepakatan
Situationship hidup dari ketidakjelasan. Kamu mungkin pengen ngobrol serius soal hubungan mau dibawa kemana, tapi bingung mulai dari mana.
Sementara FWB biasanya punya kesepakatan dari awal bahwa hubungan ini bersifat fisik dan non-romantis.
Intinya, setiap hubungan manusia itu unik. Kadang, kamu merasa ada di satu jenis hubungan, tapi ternyata orang lain punya pemahaman berbeda. Makanya, komunikasi terbuka soal kebutuhan, harapan, dan batasan itu penting banget.
Kalau kamu merasa bingung atau nggak puas secara emosional, itu sebenarnya sinyal buat refleksi. Waktunya mikir apakah hubungan ini benar-benar sesuai dengan yang kamu harapkan.
Karena pada akhirnya, baik itu situationship maupun FWB, semuanya tetap balik lagi ke kejelasan. Hubungan yang punya status jelas biasanya terasa jauh lebih nyaman dan nggak bikin overthinking.
Jadi, kamu mau terus bertahan di hubungan yang serba abu-abu atau mulai berani cari yang lebih pasti?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Golden Gate Counseling Services