INDOZONE.ID - Bagi umat Katolik, Doa Koronka Kerahiman Ilahi menjadi salah satu doa yang cukup dikenal dan sering didaraskan, terutama saat Jam Kerahiman pukul 15.00.
Doa ini dipercaya sebagai bentuk permohonan belas kasih Tuhan bagi diri sendiri maupun seluruh dunia.
Koronka sendiri berasal dari bahasa Polandia yang berarti “mahkota kecil”. Doa ini diajarkan langsung oleh Tuhan Yesus kepada Santa Faustina pada tahun 1935 melalui penampakan yang diterimanya.
Baca juga: Aksi Heroik Fotografer Ini Padamkan Kompor Gas yang Terbakar Banjir Apresiasi Warganet
Doa Koronka yang diajarkan oleh Tuhan Yesus adalah doa yang didaraskan dengan rosario biasa seperti di bawah ini.
Tata Cara Doa Koronka Kerahiman Ilahi
Pertama, awali dengan:
- 1 kali Bapa Kami
- 1 kali Salam Maria
- 1 kali Aku Percaya
Lalu pada manik “Bapa Kami”, doakan:
“Bapa yang kekal,
kupersembahkan kepada-Mu
Tubuh dan Darah,
Jiwa dan Ke-Allahan
Putra-Mu yang terkasih,
Tuhan kami Yesus Kristus,
sebagai pendamaian untuk dosa-dosa kami
dan dosa seluruh dunia.”
Kemudian pada manik “Salam Maria”, doakan:
“Demi sengsara Yesus yang pedih,
tunjukkanlah belas kasih-Mu
kepada kami dan seluruh dunia.”
Baca juga: Perbedaan Explanation Text dan Procedure Text dalam Bahasa Inggris
Sebagai penutup, daraskan 3 kali doa berikut:
“Allah yang Kudus,
Kudus dan berkuasa,
Kudus dan kekal,
kasihanilah kami
dan seluruh dunia.”
Doa ini dipercaya membawa rahmat belas kasih yang besar bagi mereka yang mendaraskannya dengan penuh iman.
Waktu Terbaik Mendaraskan Koronka
Doa Koronka bisa didaraskan kapan saja. Namun, banyak umat memilih mendoakannya saat Jam Kerahiman Ilahi, yaitu pukul 15.00, karena waktu tersebut dipercaya sebagai waktu wafatnya Tuhan Yesus di kayu salib.
Selain itu, Koronka juga sering didaraskan setelah mengikuti Perayaan Ekaristi sebagai bentuk lanjutan doa dan permenungan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Katolisitas.org