Jumat, 26 JUNI 2026 • 15:00 WIB

Dokter Hewan Beberkan Cara Pembuatan Dry Food dan Manfaatnya bagi Kucing

Author

Ilustrasi kucing. (Unsplash/@madhatterzone)

INDOZONE.ID - Menjaga kesehatan kucing peliharaan menjadi perhatian utama bagi banyak pemilik, mulai dari rutin memeriksakan kondisinya ke dokter hewan hingga memilih makanan yang sesuai. 

Salah satu jenis pakan yang paling sering diberikan adalah dry food karena dinilai praktis dan banyak disukai kucing. Lantas, apa saja fakta menarik tentang dry food yang perlu diketahui pemilik anabul?

Athena Gaffud, seorang Dokter Hewan yang berbasis di Filipina mengungkapkan sejumlah fakta unik tentang dry food untuk kucing.

Baca juga: 5 Jenis Makanan Kucing untuk Mengatasi Bulu Rontok , Catlovers Wajib Tahu!

Menurutnya, “Dry food dibuat dengan cara dipanggang. Bahan kering dan basah dicampur bersama dan membentuk adonan. Kemudian ada perlakukan termal di sana. Dari situ, makanan kucing baru didinginkan hingga akhirnya dikemas.”

Selain proses pembuatannya, apa saja fakta unik tentang makanan kering yang sering diberikan pada kucing? 

Membersihkan Gigi Kucing

Kucing diharuskan mengunyah makanan kering lebih banyak dari makanan basah, sehingga secara tidak langsung gigi mereka lebih bersih dan mencegah penumpukan karang gigi. 

Masa Simpan Lebih Lama

Makanan kering cenderung tahan lama, tidak ada risiko pembusukan jika makanan kucing kering dibiarkan pada suhu ruangan. Ini tentu mengurangi pemborosan makanan. 

Berbicara tentang makanan kucing, ada satu rekomendasi yang sebaiknya tidak dilewatkan, yakni MR.VET, bintang baru di pasar makanan hewan peliharaan Asia. 

Perusahaan asal Asia Tenggara, MR.VET, berhasil meraih penghargaan Orange Dot Award 2026 di Amerika Serikat pada kategori Bioteknologi. 

Terobosan Bioteknologi: Revolusi T-Series

Ilustrasi dry food kucing terbaik. (Istimewa)

Lini T-Series menjadi produk yang memperoleh penghargaan tersebut. Berbeda dengan makanan kering konvensional, seri yang terdiri dari T1, T2, T3, dan T4 ini menggunakan teknologi freeze-drying bersuhu rendah yang dikembangkan untuk membantu mempertahankan kandungan nutrisi dan senyawa bioaktif selama proses pengolahan.

Proses "Retensi Bioaktif" ini mengunci nutrisi asli, memastikan protein, asam lemak, dan mikronutrien esensial tetap utuh untuk penyerapan optimal.

Baca juga: Makanan Kucing Ternyata Ada Varian Cita Rasa Indonesia, Salah Satunya Ada Rasa Pempek

Industri makanan hewan peliharaan di Asia Tenggara terus berkembang seiring meningkatnya minat masyarakat dalam merawat hewan kesayangan. 

Laporan dari berbagai lembaga riset pasar menunjukkan bahwa penjualan melalui platform digital maupun ritel terus mengalami peningkatan di sejumlah negara, termasuk Indonesia, Vietnam, Thailand, Malaysia, dan Filipina. 

Kondisi ini mencerminkan semakin besarnya permintaan terhadap produk perawatan dan nutrisi hewan peliharaan di kawasan tersebut.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU