Senin, 27 JULI 2026 • 07:55 WIB

Lembaga Kemanusiaan ARSYINA Salurkan 2 Kontainer Gandum untuk Pengungsi di Gaza

Author

Proses muat bantuan 2 kontainer gandum untuk pengungsi Gaza. (Rivan Efendi) 

INDOZONE.ID - Lembaga kemanusiaan ARSYINA (Al-Irsyad Response Team Indonesia) memberangkatkan bantuan pangan berupa dua kontainer gandum dari Kairo, Mesir, menuju Jalur Gaza, Palestina, pada Minggu (26/7/2026).

Langkah ini dilakukan guna merespons krisis gizi dan kelangkaan bahan pokok yang masih menghantam para pengungsi di wilayah konflik tersebut.

Rombongan truk pembawa bahan pangan tersebut dijadwalkan melintasi rute logistik Kairo, Ismailia, hingga El Arish, sebelum akhirnya menembus perbatasan menuju pos-pos pengungsian di Gaza.

Perwakilan tim lapangan ARSYINA, Fawaz Al-Katiri, menyampaikan bahwa penyaluran gandum ini dirancang dengan dua skema distribusi agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal oleh para penyintas.

Baca juga: Pemerintah Benahi Tata Kelola Dana Lingkungan Hidup untuk Percepat Ekonomi Hijau di Indonesia

"Sebagian gandum akan dibagikan langsung kepada keluarga di pos-pos pengungsian untuk memenuhi kebutuhan mandiri mereka. Sementara itu, sebagian lagi dialokasikan ke pusat pengolahan pangan untuk diolah menjadi roti siap saji yang dibagikan secara berkala," ujar Fawaz di Kairo, Minggu (26/7/2026).

Skema pengolahan menjadi roti siap saji tersebut dinilai efektif untuk menjangkau pengungsi yang tidak memiliki akses atau fasilitas memasak di tenda-tenda darurat.

Proses pemuatan gandum di pabrik Kairo dikawal langsung oleh jajaran relawan ARSYINA guna memastikan kualitas bahan makanan tetap terjaga selama perjalanan darat menuju perbatasan.

Pengiriman gandum ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan masyarakat Indonesia melalui program tanggap darurat ARSYINA dalam meringankan beban kemanusiaan di Palestina, khususnya pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi anak-anak dan wanita.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU