INDOZONE.ID - Kedutaan Besar Republik Rwanda di Indonesia memperingati Hari Pembebasan Rwanda ke-32 (Kwibohora 32) dalam sebuah perayaan hangat yang berlangsung pada 17 hingga 18 Juli 2026 di Jakarta.
Rangkaian acara tahunan ini dihadiri oleh jajaran pejabat Pemerintah Indonesia, korps diplomatik dari berbagai negara sahabat, perwakilan organisasi internasional, komunitas warga Rwanda, hingga para mitra bilateral.
Peringatan bertajuk “Rwanda’s Journey Continues” tersebut diselenggarakan sebagai ajang refleksi atas perjalanan transformasi sosial dan ekonomi bangsa Rwanda selama tiga dekade terakhir.
Selain mengenang sejarah panjang pemulihan pascatragedi Genosida terhadap Tutsi pada tahun 1994, momentum ini juga menjadi sarana strategis untuk memperkenalkan komitmen Rwanda dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan serta memperkuat tali persahabatan antarbangsa.
Baca juga: Dari Kuba ke Dunia, Mengungkap Fenomena Sindrom Havana yang Gemparkan Diplomasi AS
Bagi masyarakat Rwanda, Kwibohora bukan sekadar rutinitas peringatan sejarah, melainkan simbol ketangguhan, persatuan, dan rekonsiliasi nasional.
Duta Besar Republik Rwanda untuk Indonesia, Sheikh Abdul Karim Harelimana, menegaskan bahwa pencapaian Rwanda saat ini di sektor tata kelola pemerintahan, kesetaraan gender, inovasi, layanan kesehatan, hingga pertumbuhan ekonomi merupakan buah dari kepemimpinan yang visioner dan kerja keras masyarakat.
“Kwibohora mengingatkan kita bahwa pembebasan bukan sekadar sebuah peristiwa dalam sejarah, tetapi merupakan tanggung jawab yang terus berjalan. Perjalanan Rwanda terus berlanjut melalui persatuan, ketangguhan, dan harapan untuk membangun masa depan yang lebih baik,” ujar Sheikh Abdul Karim Harelimana.
Dukungan dan apresiasi turut disampaikan oleh Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri.
Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kemenlu RI, Santo Darmosumarto, menyampaikan bahwa kegigihan rakyat Rwanda dalam membangkitkan negerinya menjadi teladan berharga bagi negara-negara lain di dunia.
“Atas nama Pemerintah dan rakyat Indonesia, kami menyampaikan rasa hormat dan solidaritas kepada rakyat Rwanda dalam memperingati Kwibohora. Perjalanan Rwanda menginspirasi banyak negara untuk percaya pada kekuatan persatuan dan pembaruan nasional. Perdamaian, rekonsiliasi, dan pembangunan harus terus berjalan beriringan,” ujar Santo Darmosumarto.
Semarak peringatan Kwibohora 32 makin terasa istimewa dengan hadirnya pertunjukan seni budaya yang menghadirkan musisi kenamaan asal Rwanda, Ruti Joel bersama bandnya, Agura.
Musisi muda ini dikenal atas konsistensinya dalam melestarikan Gakondo, yakni genre musik tradisional Rwanda, dengan kemasan aransement modern yang dapat diterima oleh generasi masa kini.
Penampilan Ruti Joel bersama personel band Agura berhasil mencairkan suasana perayaan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Kedubes Rwanda