Selasa, 13 MEI 2025 • 09:55 WIB

Kisah Pilu Anak Gajah Tewas Tertabrak Truk di Jalan Raya Malaysia, Induknya Setia Menanti

Author

Induk gajah setia menemani anaknya yang tewas tertabrak truk di Malaysia.

INDOZONE.ID - Kisah pilu menyayat hati di mana seekor anak gajah yang tewas tertabrak truk di Jalan Raya Timur-Barat di Perak, Malaysia, tepat di Hari Ibu Sedunia pada Senin (11/5/2025).

Insiden ini berhasil menyita simpati publik lewat video viral di media sosial, menampilkan induk gajah yang terlihat sangat berduka dan setia menemani anaknya yang telah tewas tertabrak truk.

Dalam video yang beredar di media sosial, salah satunya diunggah oleh akun TikTok/@hanim_alfaruq, menampilkan seekor induk gajah menempelkan kepalanya ke bagian samping truk, seakan berusaha menyelamatkan anaknya yang telah tewas di bawah kendaraan tersebut.

Baca Juga: Kisah Molly, Gajah Berusia 45 Tahun di Bali Zoo Meninggal Dunia Usai Terseret Arus Sungai

Momen induk gajah berduka dan setia menemani anaknya yang tewas tertabrak truk.

Berdasarkan laporan media lokal Sinar Harian, kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 02.00 dini hari di Jalan Raya Timur-Barat, melibatkan sebuah truk pengangkut ayam.

Direktur Departemen Perlindungan Satwa Liar dan Taman Nasional Perk (Perhilitan), Yusoff Shariff, memaparkan bahwa lembaga tersebut diberitahu mengenai kecelakaan sekitar pukul 3.30 pagi.

"Seekor gajah jantan yang diperkirakan berusia lima tahun mati setelah diduga tertabrak truk saat mencoba menyebrang jalan. Petugas kami diterjunkan ke lokasi untuk melakukan operasi pemantauan dan penangkapan induk gajah tersebut untuk dipindahkan ke tempat yang lebih aman," ujar Yusoff Shariff.

"Kami tidak punya pilihan lain selain menggunakan obat penenang dan menariknya kembali ke hutan dengan kendaraan roda empat sekitar pukul 9 pagi," sambungnya.

Yusoff menyebutkan bahwa induk gajah tersebut diperkirakan berusia antara 25 hingga 27 tahun dengan berat sekitar 2,2 ton.

Ia juga menyampaikan bahwa jasad anak gajah telah dievakuasi dan akan segera dimakamkan.

Gajah Asia dikategorikan sebagai spesies yang terancam punah oleh Persatuan Internasional untuk Konservasi Alam.

Penurunan jumlah populasi satwa ini disebabkan oleh berbagai faktor, seperti perburuan ilegal, degradasi habitat, serta konflik antara manusia dan gajah.

Baca Juga: Dua Gajah di Solo Safari Mati, Ini Penjelasan BKSDA

Sementara itu, menurut laporan surat kabar Malaysia The Star, Kepala Polisi Distrik Gerik, Inspektur Zulkifli Mahmood menyatakan bahwa hasil penyelidikan awal menunjukkan pengemudi truk berusia 28 tahun melihat seekor gajah besar di sisi kanan jalan.

Ketika hewan tersebut terlihat sedang merumput, pengemudi terus melaju saat ia melihat bahwa keadaannya aman.

"Namun beberapa saat kemudian, seekor anak gajah tiba-tiba muncul dari hutan di sisi kiri dan mencoba menyeberang jalan. Jarak yang pendek membuat pengemudi tidak dapat berhenti tepat waktu, sehingga mengakibatkan tabrakan yang fatal. Anak gajah itu mati di tempat kejadian,” kata Supt Zulkifli.

Lebih lanjut, Supt Zulkifli menambahkan bahwa induk gajah kemudian menjadi marah dan merusak bagian depan truk. Untungnya, pengemudi truk tidak mengalami luka.

Video kejadian tersebut menyita perhatian publik atas nasib induk gajah tersebut.

"Sedih sekali ibu ini, menunggu anaknya tapi tidak kunjung keluar (dari kolong truk). Dia punya hati seorang ibu meski dia binatang," kata seorang netizen.

Beberapa pihak menyebutkan bahwa peristiwa tragis tersebut terjadi bertepatan dengan perayaan Hari Ibu Sedunia.

Baca Juga: Taman Nasional di Thailand Ditutup Setelah Pengunjung Tewas Diserang Gajah Liar

Jalan Raya Timur-Barat dikenal sebagai lokasi terjadinya sejumlah interaksi antara manusia dan gajah, akibat tekanan terhadap habitat alami hewan-hewan tersebut yang terus berkurang.

Pihak Perhilitan Perak telah mengimbau para pengemudi agar melintas di jalan tersebut antara pukul 11.00 hingga 16.00 demi menghindari pertemuan dengan gajah, sebagaimana dilaporkan oleh media lokal.

Pada November 2024, Tuan Yusoff mengungkapkan bahwa pembangunan Suaka Gajah Perak tengah berlangsung.

Suaka ini dirancang untuk mengurangi konflik antara manusia dan gajah di wilayah tersebut serta menjadi tempat perlindungan satwa liar yang berada di sekitar jalan raya.

Menurut laporan Malay Mail, fasilitas ini ditargetkan rampung pada tahun 2029.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Straitstimes.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU