INDOZONE.ID - Sampai saat ini, belum ada standar tertentu yang menyebutkan kapan seseorang dapat dikatakan sudah dewasa.
Kebanyakan orang berpikir, usia 17 tahun adalah transisi dari masa remaja ke dewasa.
Dilansir Metro, seseorang dikatakan dewasa ketika sudah mampu membedakan mana yang benar dan salah.
Walaupun, hampir sebagian besar dari kita tau bahwa benar dan salah atau baik dan buruk bersifat relatif.
Baca juga: Pakar Kulit Ungkap Masalah Kulit yang Paling Sering Dialami Orang Dewasa
Kapan Seseorang Dikatakan Dewasa?
Menurut penelitian, seseorang belum benar-benar menjadi orang dewasa sebelum menginjak usia 30 tahun.
Profesor Peter Jones dari Universitas Cambridge mengatakan bahwa transisi dari masa kecil ke dewasa bisa lebih kompleks.
Menurutnya, kompleksitas itu disebabkan oleh sistem pendidikan, kesehatan, hukum, maupun lingkungan.
Sehingga, kemampuan berkembang menjadi dewasa bisa berbeda-beda untuk setiap orang.
Terlepas dari itu, dewasa tidak dapat dipatokkan ketika seseorang telah menginjak usia tertentu.
Toh, setiap orang -termasuk kita sendiri- terus berubah dan tumbuh seiring berjalannya waktu, kan?
Hal Penting Sebelum Memasuki Usia Dewasa
Seperti petuah lama mengatakan bahwa belajar tidaklah mengenal usia. Begitu pula dengan proses menuju dewasa.
Lazimnya, dewasa didefinisikan dari aspek biologis yaitu sudah akil baligh.
Salah satu tandanya adalah sudah menstruasi (haid) pada perempuan dan mimpi basah bagi laki-laki.
Dalam bidang ilmu psikologi, dewasa adalah periode perkembangan, dari akhir usia belasan tahun atau awal 20 tahun.
Seseorang akan melewati banyak hal, mulai dari berkarier, mandiri secara ekonomi, memilih pasangan.
Kemudian, belajar beradaptasi dengan beragam situasi lingkungan, berkeluarga, hingga mengasuh anak-anak.
Nah, sebelum memasuki usia dewasa itu, ada hal penting yang perlu dipersiapkan, antara lain:
1. Lebih Menghargai Waktu
Belajar menghargai waktu adalah hal penting pertama sebelum kamu memasuki usia dewasa.
Dalam hal ini, kamu harus bijak membagi waktu dan membuat prioritas terhadap apa yang harus dilakukan terlebih dahulu.
Jika sedari sekarang sudah bisa manajemen waktu dengan baik, itu tanda bahwa kamu siap memasuki usia dewasa.
2. Berani Membuat Keputusan Sendiri
Dewasa bukan hanya dari faktor biologis, tapi juga soal pola pikir dan cara menentukan prinsip.
Saat memasuki usia dewasa, tak ada lagi yang namanya bergantung pada orang lain. Apalagi, dalam hal membuat keputusan.
Kamu adalah Tuan atas hidupmu sendiri. Jadi, kamu jugalah yang berhak menentukan keputusan berdasarkan hati nurani.
Yap, mengikuti kata hati tanpa campur tangan orang lain adalah hal penting sebelum memasuki usia dewasa.
3. Membahagiakan Orang Lain
Saat memasuki usia dewasa nanti, bukan hanya kepentingan diri sendiri saja yang harus kamu pikirkan, tapi juga orang lain.
Lambat laun, kamu akan menyadari bahwa membahagiakan orang lain adalah salah satu sumber bahagiamu juga.
Apalagi, jika setiap hari kamu bisa melihat senyum bahagia dari orang-orang tercinta. Pasti, kamu pun semakin semangat.
4. Bisa Bedakan Urusan Pribadi dan Asmara
Tak bisa dipungkiri, saat memasuki usia dewasa kamu akan dihadapkan dengan berbagai persoalan hidup, termasuk urusan asmara.
Kehidupan cintamu pun akan naik-turun, bahkan kamu dan pasangan seringkali bingung dengan status hubungan kalian.
Namun terlepas dari apa pun itu, sebisa mungkin kamu dapat membedakan urusan pribadi dan asmara ya, guys.
Karena, ini salah satu hal penting sebelum memasuki usia dewasa yang harus dipertimbangkan dari sekarang.
5. Tidak Terlalu Pedulikan Kata Orang
Dulu saat masih sekolah dan kuliah, kamu menanti-nanti pujian dari orang lain atas segala usaha yang telah dilakukan.
Tapi nanti, saat memasuki usia dewasa, pujian itu tidaklah begitu kamu butuhkan.
Justru, kamu lebih senang dengan kritikan dan pendapat orang lain yang bisa memberi perkembangan positif.
Di sisi lain, akan kamu temukan pula beragam tipe orang, mulai dari yang benar-benar baik sampai yang senang menjatuhkan.
Nah, saran penting untukmu untuk tidak terlalu memperdulikan perkataan orang lain. Percaya saja pada diri sendiri.
Karena, kamu hanya akan semakin lelah jika hidup untuk memenuhi kata orang saja. Think again, ya!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: