Puisi tentang Muharram (pexels/@haleyve)
INDOZONE.ID - Tinggal menghitung hari, umat Muslim di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, akan segera menyambut datangnya pergantian Tahun Baru Islam 1448 Hijriah. Momen istimewa ini bukan sekadar pergantian kalender semata, melainkan waktu yang tepat untuk melakukan muhasabah, memperbanyak amal ibadah, dan menyusun resolusi kebaikan ke depannya.
Mengingat sistem penanggalan Hijriah berbeda dengan kalender Masehi, banyak masyarakat yang mulai bertanya-tanya, 1 Muharram 2026 jatuh pada tanggal berapa pastinya? Apakah momen pergantian tahun ini diiringi dengan libur panjang atau cuti bersama yang bisa dimanfaatkan untuk berkumpul dengan keluarga?
Guna menyusun jadwal ibadah maupun rencana liburan Anda, INDOZONE telah merangkum jawaban lengkapnya mulai dari jadwal pasti, skema libur, hingga amalan sunnah yang bisa Anda kerjakan.
Baca juga: 105 Caption Bahasa Inggris untuk Tahun Baru Islam 1 Muharram
Untuk menjawab pertanyaan Kapan bulan Muharram 2026? atau 1 Muharram jatuh pada tanggal berapa?, kita perlu merujuk pada kalender Hijriah yang diterbitkan secara resmi oleh Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia.
Berdasarkan kalender tersebut, 1 Muharram 1448 H tanggal berapa? Jawabannya adalah diperkirakan jatuh pada hari Selasa, 16 Juni 2026.
Namun, ada satu aturan penting dalam penanggalan Islam yang harus diingat. Berbeda dengan kalender Masehi yang pergantian harinya terjadi pada pukul 00.00 tengah malam, pergantian hari dalam kalender Hijriah (Qamariyah) dimulai tepat setelah matahari terbenam atau saat masuknya waktu salat Magrib.
Artinya, malam Tahun Baru Islam 1448 H sudah bisa mulai diperingati sejak waktu Magrib pada hari Senin, 15 Juni 2026. Meski demikian, ketetapan ini tetap akan diperkuat melalui hasil sidang isbat dan pemantauan hilal (rukyatul hilal) yang dilakukan oleh pemerintah di akhir bulan Zulhijah 1447 H.
Sebagian dari Anda mungkin bingung mengapa jatuhnya 1 Muharram selalu maju setiap tahunnya jika dilihat dari kalender Masehi. Hal ini disebabkan oleh perbedaan sistem perputaran yang digunakan.
| Perbandingan Kalender | Kalender Hijriah (Islam) | Kalender Masehi (Nasional) |
| Sistem Perhitungan | Peredaran Bulan (Qamariyah) | Peredaran Matahari (Syamsiah) |
| Jumlah Hari per Tahun | 354 hingga 355 hari | 365 hingga 366 hari |
| Waktu Pergantian Hari | Saat Matahari Terbenam (Magrib) | Pukul 00.00 Tengah Malam |
Akibat selisih hari inilah, seluruh perayaan penting umat Islam, termasuk jatuhnya bulan Muharram, Ramadan, dan Zulhijah, selalu bergeser maju sekitar 10 hingga 11 hari lebih awal setiap tahunnya di kalender Masehi.
Bagi Anda yang berencana mengambil waktu luang untuk beribadah intensif atau sekadar healing bersama keluarga, ada kabar baik. Merujuk pada pedoman Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama, hari Selasa, 16 Juni 2026 ditetapkan sebagai tanggal merah (Libur Nasional).
Meski pemerintah tidak menetapkan hari Senin, 15 Juni 2026 sebagai cuti bersama, Anda tetap bisa menciptakan long weekend (libur panjang) selama 4 hari berturut-turut. Triknya adalah dengan mengambil jatah cuti tahunan pada hari Senin tersebut atau yang akrab disebut "hari kejepit".
Berikut adalah skema simulasi libur panjang 1 Muharram 2026:
| Tanggal | Keterangan Hari | Status Libur |
| Sabtu, 13 Juni 2026 | Akhir Pekan | Libur Reguler |
| Minggu, 14 Juni 2026 | Akhir Pekan | Libur Reguler |
| Senin, 15 Juni 2026 | Hari Kejepit | Rekomendasi Ambil Cuti Tahunan |
| Selasa, 16 Juni 2026 | Tahun Baru Islam 1448 H | Libur Nasional |
Baca juga: Bacaan Niat Puasa Muharram: Lengkap Arab, Latin, Arti, dan Keutamaannya
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Kemenag, SKB 3 Menteri