Sakit punggung adalah kondisi umum yang hampir setiap orang dari beragam kelompok usia pernah mengalaminya. Jutaan orang di seluruh dunia seringkali mengalami sakit punggung secara tiba-tiba.
Nyeri punggung tentu memengaruhi orang-orang dari segala usia, tetapi kemungkinan besar nyeri punggung semakin sering dirasakan seiring bertambahnya usia.
Penyebab Sakit Punggung, Bisa Pertanda Penyakit Serius
Jangan dianggap sepele, karena nyeri sakit punggung bisa berkembang dari punggung bawah ke punggung atas, bahkan bisa mengarah kepada sakit punggung akut atau kronis yang bersifat jangka panjang.
Nyeri akut dimulai secara tiba-tiba dan berlangsung hingga 6 minggu dan nyeri kronis ini berkembang dalam periode jauh lebih lama, lewat dari 3 bulan.
Lalu, apa yang menyebabkan seseorang mengalami sakit punggung? Nyeri punggung seringkali berkembang tanpa penyebab yang dapat diidentifikasi oleh dokter.
Namun penyebab umum dari sakit punggung adalah ketegangan dan postur tubuh yang buruk. Ketegangan otot atau keseleo, seperti otot dan ligamen yang tegang, kejang otot, tegang otot, cedera, patah tulang, atau jatuh.
Mengangkat sesuatu yang terlalu berat dengan cara kurang tepat ataupun membuat gerakan yang tiba-tiba dapat membuat punggung menjadi tegang, menyebabkan rasa sakit.
Penyebab sakit punggung ini bisa karena sejumlah alasan, meliputi stres, pola makan yang tidak benar, ketegangan otot, kurang olahraga, postur tubuh yang buruk, berat badan berlebih, hingga aktivitas fisik yang berat.
Di sisi lain, sakit punggung bisa disebabkan oleh kondisi kesehatan yang kurang baik, terkait dengan ketahanan tulang, misal osteoporosis (tulang rapuh atau keropos), arthritis (radang sendi pinggul dan punggung bawah), tanda infeksi ginjal, dan bentuk tulang belakang tidak normal (skoliosis).
Beberapa penyebab sakit punggung lainnya adalah sebagai berikut:
- Sindrom kauda equina (ikatan akar saraf tulang belakang)
- Kanker tulang belakang
- Ankylosing spondylitis (penyakit radang kronis pada sendi tulang belakang)
- Infeksi seperti penyakit radang panggul atau infeksi kandung kemih
- Spondylolysis
- Stenosis tulang belakang
- Gangguan tidur
- Herpes zoster
- Membungkuk dalam waktu lama
- Mendorong, menarik, mengangkat, atau membawa sesuatu yang memiliki tekanan atau berat berlebih dari tubuh
- Tidur di kasur yang tidak menopang tubuh
Gejala Sakit Punggung dan Faktor Pemicu Nyeri Punggung
Gejala utama nyeri punggung adalah nyeri di bagian mana saja di punggung. Namun, dalam beberapa kasus, sakit punggung bisa menyebabkan rasa sakit di bagian tubuh yang lain, tergantung pada saraf yang terkena.
Biasanya, rasa sakit itu mulanya tidak terasa. Selain itu, tanda dan gejala sakit punggung yang umum lainnya seperti sakit otot, sakit menusuk, nyeri menjalar ke kaki, nyeri saat hendak mengangkat sesuatu, bahkan bisa sakit saat berdiri atau berjalan.
Faktor-faktor berikut juga diklaim dapat meningkatkan risiko nyeri punggung lebih lanjut:
- Kebugaran fisik yang buruk
- Faktor genetik (keturunan)
- Kehamilan
- Latihan fisik atau pekerjaan yang berat
- Usia tua/lanjut
- Kegemukan
- Gaya hidup yang tidak banyak bergerak
- Merokok
- Kondisi medis, seperti radang sendi dan kanker tulang
- Kondisi psikologis seperti depresi, kecemasan dan stres
Kapan Kondisi Sakit Punggung Dibawa ke Dokter?
Biasanya, sakit punggung akan hilang dalam beberapa waktu tanpa pengobatan khusus dari dokter, asalkan didukung dengan istirahat yang tepat.
Namun, jika nyeri punggung berlanjut selama berhari-hari bahkan berminggu-minggu dengan salah satu gejala berikut, itu tandanya kondisi sakit punggung kamu harus segera dikonsultasikan dengan dokter.
Tanda bahwa sakit punggung harus segera dibawa ke dokter, meliputi penurunan berat badan, demam, bengkak di punggung, peradangan, sakit punggung terus-menerus, nyeri di kaki, mati rasa di sekitar alat kelamin, anus, dan sekitar bokong.
Bagaimana Sakit Punggung Didiagnosis secara Medis?
Dokter akan memulai diagnosis dengan memeriksa punggung yang sakit terlebih dahulu. Lalu, diagnosis sakit punggung dilihat dari seberapa besar kamu mampu duduk, berdiri, berjalan, dan mengangkat kaki.
Adapun pemeriksaan medis untuk menentukan diagnosis sakit punggung secara akurat dilakukan dengan CT scan atau MRI, sinar-X, tes darah, tes saraf atau disebut elektromiografi.
Apa Perawatan Anjuran untuk Sakit Punggung?
Sebagian besar nyeri punggung akut akan membaik dengan beberapa minggu perawatan di rumah seperti menggunakan obat pereda nyeri yang dijual bebas dan mengompres area nyeri dengan air hangat.
Kemudian, seseorang dengan sakit punggung pun harus banyak istirahat dan latihan bergerak guna mengurangi kekakuan tulang punggung dan mengurangi rasa sakit.
Selain itu, ada juga perawatan sakit punggung yang dianjurkan yaitu stimulasi saraf listrik transkutan (TENS). Ini merupakan terapi populer untuk pasien dengan sakit punggung kronis.
Terapi fisik seperti kompres air panas, ultrasound, dan yoga merupakan teknik perawatan sakit punggung terkenal yang cukup membantu.
Sementara, untuk meringankan nyeri hebat akibat sakit punggung bisa dengan melakukan terapi khusus, seperti chiropractic, osteopathy, shiatsu, dan akupunktur.
Bisakah Sakit Punggung Dicegah?
Kamu dapat membantu diri sendiri agar terhindar dari msakit punggung dengan memperbaiki kondisi fisik. Cara terbaik untuk mencegah timbulnya kondisi ini adalah dengan mengatasi faktor risiko sakit punggung.
- Latihan fisik teratur untuk melatih fleksibilitas otot tulang.
- Memiliki postur tubuh yang baik saat berdiri. Berdiri tegak, kepala menghadap ke depan, punggung lurus, dan seimbangkan berat badan kamu secara merata pada kedua kaki.
- Saat mengangkat barang atau benda tertentu, gunakan kaki sebagai penopang, bukan punggung.
- Saat duduk, usahakan lutut dan pinggul tetap rata dan usahakan posisi kaki tetap rata di lantai atau gunakan penyangga.
- Penting untuk memiliki penyangga yang tepat untuk punggung saat mengemudi mobil.
- Tidurlah di kasur yang membuat tulang belakang tetap lurus serta mampu menopang beban bokong dan bahu.
Artikel Menarik Lainnya:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: