Minggu, 01 JUNI 2025 • 15:25 WIB

Catat! Ini 9 Tips Efektif Mengatasi Serangan Migrain di Tempat Kerja

Author

 

Ilustrasi sakit migrain di tempat kerja.

INDOZONE.ID - Serangan migrain dapat datang tiba-tiba dan menyulitkan aktivitas harian, termasuk saat bekerja. Jika sedang berada di rumah, penderita bisa langsung beristirahat dalam gelap, hingga rasa sakit mereda. Namun, kondisi menjadi lebih rumit ketika migrain menyerang di tempat kerja.

Menurut data yang dikutip dari Healthline, lebih dari 90 persen penderita migrain mengaku tidak mampu bekerja secara optimal, saat serangan terjadi. Namun, migrain merupakan penyakit yang tidak tampak secara fisik, sehingga sering disalahpahami sebagai sakit kepala biasa oleh lingkungan sekitar.

Nah, untuk membantu kamu tetap produktif di tengah serangan migrain, berikut sembilan tips yang dapat diterapkan di tempat kerja.

1. Bicarakan dengan Atasan

Migrain bukanlah sekadar sakit kepala. Karena gejalanya tidak terlihat, banyak orang menganggapnya remeh. Oleh karena itu, penting untuk jujur kepada atasan atau bagian sumber daya manusia (HR). 

Jika diperlukan, mintalah surat keterangan dari dokter untuk menjelaskan bagaimana migrain memengaruhi kinerja kamu.

Baca Juga: Stres Bisa Picu Migrain? Ini Penjelasan Ahli dan Cara Mengatasinya

2. Minta Penyesuaian Kerja

Migrain dapat mengganggu konsentrasi dan produktivitas. Di Amerika Serikat saja, ada sekitar 157 juta hari kerja hilang setiap tahun akibat migrain. 

Jika migrain kamu tergolong mengganggu, kamu bisa mengajukan penyesuaian kerja, seperti perubahan jam kerja, pengurangan beban kerja, atau opsi bekerja dari rumah.

3. Siapkan Rencana Darurat

Bersiaplah menghadapi kemungkinan serangan migrain di tengah hari kerja. Carilah rekan yang bisa mengambil alih pekerjaan sementara. 

Selain itu, siapkan opsi transportasi pulang seperti taksi atau layanan online, jika kamu tidak mampu mengemudi sendiri.

4. Kelola Stres

Stres merupakan pemicu utama migrain. Lingkungan kerja yang penuh tekanan, atasan yang sulit, dan tenggat waktu yang ketat, bisa memperparah kondisi. Atasi stres dengan:

  • Istirahat singkat selama lima menit untuk meditasi atau jalan di udara segar.
  • Membagi tugas besar menjadi bagian kecil agar lebih mudah dikelola.
  • Menyelesaikan konflik kerja secara terbuka dan cepat.
  • Berkonsultasi dengan terapis jika stres sudah berlebihan.

5. Kendalikan Pemicu Lainnya

Cahaya terang, suara bising, dan bau menyengat, bisa memicu migrain. Lakukan penyesuaian seperti:

  • Mengurangi kecerahan layar monitor dan memasang pelindung anti-silau;
  • Mematikan lampu overhead atau menggantinya dengan bohlam watt rendah;
  • Mengurangi kebisingan dengan menutup pintu ruangan atau menggunakan earplug;
  • Meminta rekan untuk tidak memakai parfum berlebihan;
  • Mengatur posisi monitor dan kursi agar ergonomis dan nyaman;
  • Menjaga pola makan, menghindari makanan pemicu seperti cokelat, keju, daging olahan, dan pemanis buatan. Hindari alkohol dan nikotin, serta konsumsi kafein secara bijak.

6. Cari Ruang Istirahat

Carilah ruang kosong seperti ruang rapat atau kantor yang tidak terpakai, untuk beristirahat dalam kondisi gelap. Bawa selimut dan bantal dari rumah, agar kamu lebih nyaman saat memulihkan diri.

Baca Juga: 8 Pemicu Migrain yang Jarang Diketahui, Selain Stres dan Kurang Tidur

7. Ajak Rekan Sebagai Pendukung

Minta tolong rekan kerja yang dapat dipercaya, untuk membantu saat kamu mengalami serangan migrain. Dukungan mereka penting, untuk memastikan pekerjaan tetap berjalan saat kamu harus pulang lebih awal.

Ilustrasi orang sakit migrain.

8. Lengkapi Laci Kantor

Siapkan perlengkapan darurat migrain di kantor. Simpan obat pereda nyeri, obat mual, kompres dingin, air mineral, dan camilan tinggi protein untuk menjaga kadar gula darah tetap stabil.

9. Ambil Cuti Bila Diperlukan

Jika serangan migrain terjadi secara rutin dan berat, kamu mungkin berhak mendapatkan cuti medis. Di Amerika, undang-undang Family and Medical Leave Act (FMLA) memberikan hak cuti hingga 12 minggu tanpa kehilangan pekerjaan atau asuransi kesehatan. 

Di Indonesia, kamu bisa berkonsultasi dengan HRD terkait cuti sakit jangka panjang.

Oleh karena itu, serangan migrain dapat mengganggu produktivitas dan konsentrasi di tempat kerja. Sehingga, dengan strategi dan persiapan yang tepat, kamu tetap bisa menjalankan aktivitas kerja secara lebih nyaman dan terkendali. 

Mengedukasi lingkungan kerja mengenai kondisi migrain, juga menjadi langkah penting dalam menciptakan ruang kerja yang inklusif dan mendukung.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Healthline

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU