Ilustrasi milia. (Healthline.com)
INDOZONE.ID - Pernah menemukan bintik-bintik putih kecil di wajah, terutama di sekitar mata, pipi, atau dagu? Jangan panik, kemungkinan besar itu adalah milia. Meski nggak berbahaya, kehadirannya bisa bikin kamu jadi nggak percaya diri. Milia kerap muncul tanpa gejala dan sering disangka komedo putih, padahal beda banget!
Yuk, kenali lebih jauh tentang milia, apa penyebabnya, dan cara paling efektif untuk mengatasinya.
Milia adalah kista kecil berisi keratin, protein alami yang terdapat di kulit, rambut, dan kuku. Kista ini terbentuk di bawah permukaan kulit dan muncul sebagai benjolan kecil berwarna putih atau kuning. Umumnya, milia nggak menimbulkan rasa sakit atau gatal, tapi bisa cukup mengganggu secara visual.
Jenis milia terbagi dua:
Milia primer: biasanya muncul secara alami, sering terjadi pada bayi maupun orang dewasa.
Milia sekunder: muncul setelah kulit mengalami kerusakan seperti luka bakar, ruam, atau prosedur perawatan kulit tertentu.
Baca juga: Gak Pernah Jerawatan, Ini Rahasia Nagita Slavina Merawat Wajah Mulus dan Glowing
Berikut beberapa pemicu umum milia yang sering luput dari perhatian:
Ketika sel kulit mati dan keratin terperangkap di bawah kulit, terbentuklah milia. Ini biasa terjadi jika kamu jarang eksfoliasi atau punya kulit yang regenerasinya lambat.
Terlalu sering terpapar sinar matahari bisa menebalkan lapisan kulit dan menyulitkan sel-sel mati untuk terangkat, sehingga memicu terbentuknya milia.
Krim wajah atau pelembap berbahan dasar minyak yang terlalu berat bisa menyumbat pori-pori. Akibatnya, muncul milia terutama di area bawah mata.
Bekas luka bakar, goresan, atau prosedur perawatan kulit yang terlalu agresif juga bisa memicu milia sekunder saat proses penyembuhan terjadi.
Kulit yang menua punya kecepatan regenerasi yang lebih lambat. Karena itu, milia cenderung lebih sering muncul pada orang usia 30-an ke atas, terutama di area kulit tipis seperti bawah mata.
Meski bagus buat jerawat dan anti-aging, retinoid bisa menyebabkan iritasi atau reaksi yang memicu munculnya milia pada sebagian orang, terutama kalau digunakan tanpa pendampingan dokter.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Healthline.com