ilustrasi perbedaan Onda Pro Coolwaves dan CoolSculpting
INDOZONE.ID - Di era modern ini, banyak orang menginginkan bentuk tubuh ideal tanpa harus melalui prosedur bedah yang invasif. Body sculpting atau body contouring menjadi solusi populer yang menawarkan hasil signifikan dengan risiko dan downtime (masa pemulihan) minimal.
Menurut Cleveland Clinic, banyak orang memilih body sculpting untuk tampil dan merasa lebih langsing, atau mendapatkan bentuk tubuh tertentu. Prosedur ini sering digunakan pada area tubuh yang sulit dibentuk hanya dengan diet dan olahraga.
Selain itu, opsi bedah juga dapat menghilangkan kulit berlebih sehingga kulit tampak lebih halus dan muda, terutama pada mereka yang mengalami penurunan berat badan signifikan atau mengalami kulit kendur akibat penuaan alami.
Berikut adalah perbedaan opsi teknologi yang dapat menghancurkan lemak
Baca juga: Okin Mau Rujuk, 5 Gaya Rachel Vennya Makin Jadi Sorotan
Onda Pro Coolwaves dan CoolSculpting ialah dua teknologi body sculpting non-invasif yang populer di Indonesia. Meski sama-sama bertujuan mengurangi lemak tanpa operasi, keduanya memiliki perbedaan penting:
Onda Pro Coolwaves menggunakan gelombang mikro (microwaves) Coolwaves® yang menargetkan sel lemak secara presisi tanpa merusak jaringan sekitar.
Teknologi ini juga merangsang produksi kolagen sehingga kulit menjadi lebih kencang dan selulit berkurang. Sensasi selama perawatan cenderung hangat dan nyaman, tanpa downtime, sehingga pasien bisa langsung beraktivitas setelah treatment.
Adapun coolSculpting bekerja dengan metode cryolipolysis, yaitu membekukan sel lemak hingga hancur dan dikeluarkan tubuh secara alami. Proses ini menimbulkan sensasi dingin ekstrem dan kadang kurang nyaman, serta dapat menyebabkan memar, bengkak, atau mati rasa sementara setelah treatment.
Baca juga: Brand Skincare Korea Bantu Selamatkan Bumi di Lombok, Intip Keseruannya
Onda Pro Coolwaves dapat digunakan di wajah (double chin, pipi), lengan, perut, paha, bokong, dan area tubuh lain yang memiliki lemak berlebih atau selulit. Keunggulannya, Onda Pro Coolwaves juga efektif untuk mengencangkan kulit wajah dan tubuh serta mengurangi selulit.
Sementara CoolSculpting lebih cocok untuk area tubuh dengan penumpukan lemak membandel seperti perut, paha, lengan atas, double chin, bra fat, dan flanks. Namun, CoolSculpting tidak memberikan efek pengencangan kulit.
Onda Pro Coolwaves: Area kulit dibersihkan, dioleskan gel konduktif, lalu alat digerakkan perlahan di area target. Sensasi hangat, tidak menyakitkan, durasi per sesi sekitar 30-60 menit, dan hasil mulai terlihat setelah 1 bulan.
CoolSculpting: Area target dijepit alat khusus dan didinginkan selama 35-60 menit. Sensasi dingin ekstrem, kadang tidak nyaman, dan hasil umumnya terlihat setelah 3 bulan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Cleveland Clinic