Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 30 OKTOBER 2025 • 14:35 WIB

Dampak Air Hujan Disebut Mengandung Mikroplastik, Ini Kata Dokter Ayman Alatas

Dampak Air Hujan Disebut Mengandung Mikroplastik, Ini Kata Dokter Ayman Alatasdr. Ayman Alatas - LABORÈ Microbiome Science Council. (INDOZONE/Nadya Mayangsari)

INDOZONE.ID - Air hujan yang mengguyur Jakarta dan sekitarnya akhir-akhir ini tengah jadi perhatian publik, lantaran disebut mengandung mikroplastik.

Dokter Ayman Alatas dari LABORE Microbiome Science Council, menjelaskan bahwa mikroplastik menjadi topik hangat dalam beberapa waktu terakhir. 

Menurutnya, riset terkait mikroplastik masih berlangsung dan menimbulkan dugaan bahwa mikroplastik dapat mengganggu mikrobiom tubuh.

Baca juga: 8 Langkah Menuju Glass Skin Impian, Dijamin Bikin Wajah Glowing!

"Jadi mikroplastik ini kan lagi happening nih, pembahasan isu akhir-akhir ini. Pada dasarnya ini risetnya masih berlanjut. Ada dugaan memang bisa mengganggu mikrobiom, apalagi juga banyak yang masuk ke dalam tubuh, gak cuma terpapar di kulit aja, mengganggu mikrobiom juga kita bilangnya atau mikrobioma balik di pencernaan," ujar dr. Ayman Alatas saat ditemui Indozone di Jakarta, Kamis (30/10/2025).

Dampak Air Hujan Disebut Mengandung Mikroplastik, Ini Kata Dokter Ayman AlatasIlustrasi mikroplastik. (Freepik)

Menurut Ayman, mikroplastik hampir tidak bisa dihindari sepenuhnya dalam kehidupan sehari-hari. Untuk itu, ia menyarankan untuk mengurangi dampak negatif mikroplastik terhadap mikrobiom tubuh dengan menggunakan produk yang tepat, seperti yang dapat menyeimbangkan mikrobiom dan membersihkan tubuh dari zat-zat berbahaya.

"Yang bisa kita lakukan adalah karena mikroplastik ini susah banget untuk kita tidak menggunakannya, pasti di hidup kita ada kandungan mikroplastik dari botol air minum, mungkin handphone yang dipegang saat ini mengandung mikroplastik, kita gak ada yang tahu," ujar Dokter Ayman.

"Kita harus berusaha menjaganya, mengurangi faktor risiko yang bisa mengganggu mikrobiom atau terkait kulit ya, menggunakan produk yang tepat juga yang bisa memberi cleansing atau menyeimbangkan mikrobiom, yang ada mikrobiom teknologi," tambahnya.

Baca juga: Apa Benar bahwa Anak-Anak dengan Usia Beranjak Remaja juga Membutuhkan Produk-Produk Perawatan Kulit?

Sementara itu, dokter Sari Chairunnisa selaku Founder LABORE, menekankan pentingnya melakukan basic skin care yang tepat, yakni membersihkan wajah dengan cleansing yang sesuai, melembapkan dengan moisturizer, dan melindungi kulit dari sinar matahari dengan sunscreen, terlepas dari kondisi cuaca dan faktor lainnya yang bisa memicu.

"Sebetulnya secara gadis besar, apapun lagi cuacanya dan yang lain-lain, memilih skin care yang tepat untuk cleansing, lalu untuk moisturizing dan penggunaan sunscreen itu, kayak basic skin care yang kita perlu lakukan dengan tepat." ujar Dokter Sari.

Namun, lebih lanjut, dokter Ayman menambahkan bahwa riset terkait mikrobiom dan mikroplastik akan terus berkembang di masa depan.

"Tapi untuk ke depannya pasti makin banyak lagi riset terkait mikrobiom dan mikroplastik itu sendiri," pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Dampak Air Hujan Disebut Mengandung Mikroplastik, Ini Kata Dokter Ayman Alatas

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!