Ilustrasi wanita perawatan kulit dengan masker wajah. (Freepik)
INDOZONE.ID - Di era digital dan kemajuan teknologi yang berkembang pesat saat ini, kita sering menyaksikan perubahan gaya hidup anak-anak hingga remaja mulai dari pakaian, gaya berdandan, penggunaan gawai, dan masih banyak lagi. Salah satu tren yang semakin populer di kalangan mereka adalah perawatan kulit.
Anak-anak yang mulai beranjak remaja kini tidak hanya fokus pada tampilan fisik, tetapi juga mulai menghargai kesehatan kulit mereka. Rutinitas perawatan kulit telah menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari mereka, mencerminkan kepedulian terhadap kesehatan kulit dan penampilan diri. Fenomena ini menunjukkan adanya perubahan paradigma di kalangan generasi muda yang semakin memahami pentingnya merawat diri, bukan hanya dari segi penampilan fisik semata.
Baca juga: Skincare Rutin Minimalis Serta Kandungan yang Bagus bagi Para Remaja!
Namun, apakah anak-anak berusia 8 hingga 12 tahun benar-benar perlu menggunakan pembersih, pelembap, atau bahkan serum anti-penuaan? Dokter kulit anak dari Mayo Clinic, Dr. Dawn Davis, memberikan saran tentang apa saja yang boleh dan tidak boleh digunakan sebagai bagian dari rutinitas skincare mereka.
Tren agar kulit tampak lebih muda kini banyak bermunculan di media sosial. Hal ini mendorong para remaja muda untuk mencari produk perawatan kulit dengan kandungan anti-penuaan. “Anak-anak kecil ini sering kali diberi resep perawatan kulit yang bahkan lebih rumit daripada orang dewasa. Banyak produk anti-penuaan mengandung asam dan bahan kimia yang dapat mengiritasi kulit halus. Seiring bertambahnya usia, mereka bisa lebih rentan terhadap dermatitis kontak alergi atau iritasi akibat bahan kimia yang sering digunakan,” jelas Dr. Davis. Menurutnya, dalam hal perawatan kulit, semakin sedikit produk yang digunakan, justru semakin baik bagi kulit.
Ia menyarankan hal berikut untuk anak-anak berusia 8 hingga 12 tahun:
“Jika seorang anak perempuan memasuki tahap pubertas atau pra-pubertas, maka sangat penting mencari pelembap khusus untuk wajah dan leher,” tambah Dr. Davis.
Ilustrasi penggunaan sunscreen (Pexels/Shiny Diamond)
Tabir surya sebenarnya direkomendasikan untuk semua orang sejak usia 6 bulan ke atas. Dr. Davis menyarankan penggunaan tabir surya dengan SPF minimal 15 saat di dalam ruangan dan SPF minimal 30 saat di luar ruangan.
Penggunaan tabir surya sejak usia dini memiliki manfaat besar bagi kesehatan kulit anak. Paparan sinar matahari dapat menyebabkan kerusakan kulit, terutama pada kulit sensitif. Selain melindungi dari sinar matahari, penggunaan tabir surya sejak dini juga mencegah sunburn, yaitu kulit kemerahan, perih, dan mengelupas akibat terbakar matahari.
Baca juga: Mengenal Aturan 4-2-4 dalam Perawatan Kulit, Berikut Manfaatnya
Manfaat lainnya termasuk mengurangi risiko kanker kulit di kemudian hari, mencegah munculnya flek hitam dan hiperpigmentasi, serta menjaga elastisitas kulit. Selain itu, mengajarkan anak menggunakan tabir surya sejak kecil dapat membentuk kebiasaan positif dalam merawat kulit, investasi jangka panjang untuk kesehatan kulit mereka di masa depan.
Penting untuk memilih tabir surya khusus anak-anak yang sesuai dengan usia dan jenis kulit mereka, serta mengaplikasikannya secara rutin sebelum beraktivitas di luar ruangan. Selain itu, kenakan pakaian pelindung dan batasi waktu bermain di bawah sinar matahari agar kulit tetap terlindungi. Untuk mendukung kesehatan kulit secara menyeluruh, hindarilah rokok dan paparan asap dari perokok aktif.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Mayo Clinic