Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 12 NOVEMBER 2025 • 14:03 WIB

Survei: Warga Jakarta Banyak yang Ngeluh Alami Rambut Lepek, Ini Penyebab dan Solusinya

Survei: Warga Jakarta Banyak yang Ngeluh Alami Rambut Lepek, Ini Penyebab dan SolusinyaRey Nathanael bikin shampoo brand lokal Woshday. (Indozone/Dewi)

INDOZONE.ID - Indonesia dikenal dengan iklim tropisnya yang panas dan lembap sepanjang tahun. Sayangnya, kondisi ini bukan hanya membuat kulit cepat berkeringat, tapi juga jadi penyebab utama rambut cepat lepek dan berminyak. 

Ditambah lagi dengan tingkat polusi udara di kota besar seperti Jakarta, masalah rambut ini makin banyak dialami masyarakat.

Berdasarkan survei yang dilakukan pada tahun 2022 terhadap lebih dari 3.000 partisipan di Jakarta, sekitar 26,1 persen responden mengaku mengalami rambut lepek. Artinya, lebih dari seperempat penduduk kota merasakan masalah yang sama. 

“Jadi lebih dari seperempatnya (responden) bilang rambutnya lepek. Itu masalah utama mereka. Dan juga karena polusi, kulitnya banyak bakteri, banyak jamur, ada sampai sensitif, sampai ketombe gitu,” ungkap Founder Woshday Rey Nathanael yang juga hari stylish terkenal dalam peluncuran produk perawatan rambut baru Woshday x Sociolla di Jakarta.

Iklim Tropis, Polusi, dan Over-Secretion Sebum

Dijelaskan Rey, faktor utama rambut lepek di Indonesia adalah oversebum atau produksi minyak berlebih di kulit kepala. Cuaca panas membuat kelenjar minyak bekerja ekstra, sementara udara lembap dan polusi menyebabkan kotoran menempel lebih mudah di kulit kepala. 

“Masalah rambut lepek di Indonesia sebenarnya berakar dari kulit kepala berminyak. Sama seperti kulit wajah, kalau terlalu banyak minyak, bisa memicu jamur dan ketombe,” jelas sang ahli.

Ia menambahkan, produk-produk perawatan rambut yang banyak beredar saat ini sering kali dikembangkan di negara beriklim dingin seperti Eropa atau Amerika, di mana kondisi cuaca dan kelembapannya sangat berbeda. 

“Produk luar itu bagus, tapi tidak dirancang untuk rambut di iklim tropis yang panas, lembap, dan berpolusi seperti Indonesia. Makanya banyak orang di sini merasa rambutnya tetap lepek meski sudah keramas setiap hari,” ujarnya.

Riset 3 Tahun untuk Temukan Solusi Rambut Tropis

Melihat banyaknya keluhan dari para klien dan pengikutnya di media sosial, Rey tergerak untuk menciptakan solusi. Ia mengaku mengumpulkan data langsung dari lebih dari 250 orang yang memiliki masalah rambut serupa. 

“That's what I realized. Makanya akhirnya aku pikir harus pilih produk yang cocok pada penduduk baru kita.“

 “Kan sekarang ada yang trending wellness, padel, tenis. Mereka sering merasa aduh malas banget, keramas gitu kan. Selalu ada aja masalahnya gitu. Sampai butuh 3 tahun untuk bikin produk ini. Dan, ternyata memang period of time-nya cukup lama ya,” tambahnya.

Baca juga: 10 Rekomendasi Shampoo Rambut Berminyak di Minimarket

Momen Menarik Mengembangkan Produk

Menariknya, setiap kali bikin sampel produk, Rey harus kirim ke responden untuk dites. "Dari 100-an orang yang coba, 92 persen bilang efeknya terasa banget, rambut lebih bersih, ringan, tapi gak kering,” katanya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Survei: Warga Jakarta Banyak yang Ngeluh Alami Rambut Lepek, Ini Penyebab dan Solusinya

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!