Bopeng diwajah akibat jerawat membandel. (Pexels/Anna)
INDOZONE.ID - Pori-pori besar kerap menjadi keluhan yang membuat banyak orang kurang percaya diri. Selain mengganggu tampilan kulit, kondisi ini juga dapat memicu make up terlihat tidak merata serta memberi kesan berminyak.
Namun, menurut ahli, tidak semua tampilan pori besar benar-benar berasal dari pori-pori itu sendiri. Dokter kecantikan Dr. Andrew Wirya menjelaskan bahwa ada dua penyebab utama mengapa seseorang merasa porinya terlihat besar.
"Kalau seseorang merasa pori-porinya besar, sebenarnya ada dua kemungkinan. Pertama, apakah benar pori-porinya besar atau sebenarnya ia memiliki bekas jerawat kecil yang terlihat seperti pori-pori besar. Karena kadang bekas jerawat kecil bisa tampak seperti pori besar. Jadi kita harus membedakan hal itu dulu,” kata dr Andrew dalam acara Spotlight 2025 Beauty in The Spotlight di Gading Serpong.
Lebih lanjut, Dr. Andrew menerangkan bahwa pori-pori besar dapat dipicu oleh faktor genetik hingga kerusakan pada skin barrier.
"Penyebab pertama adalah faktor genetik. Ada orang yang memang produksi sebum atau aktivitas kulitnya lebih tinggi sehingga porinya terlihat lebih besar," jelasnya.
"Penyebab kedua adalah perawatan kulit yang kurang baik, sering terpapar sinar matahari, dan skincare tidak optimal. Kulit bisa dehidrasi, skin barrier rusak, dan akhirnya pori terlihat semakin besar."
Tak jarang pula apa yang terlihat seperti pori besar sesungguhnya adalah acne scar atau bopeng kecil akibat jerawat.
"Kalau yang terlihat besar itu sebenarnya bekas jerawat kecil, jelas penyebab pori terlihat besar adalah karena trauma pada kulit, misalnya akibat jerawat atau luka/accident," tutur Dr. Andrew.
Baca juga: Tips Ampuh Hilangkan Bopeng Bekas Jerawat di Wajah
Scar atau bopeng muncul saat jaringan kulit bagian dalam rusak akibat peradangan jerawat. Berbeda dengan flek atau noda yang berada di permukaan, scar memerlukan perawatan yang memperbaiki struktur kulit dari dalam, bukan sekadar permukaan.
Salah satu teknologi yang menjadi sorotan dalam perawatan scar adalah Trifil Pro, yang menggabungkan metode carboxytherapy subcision sebagai solusi acne scars, skin texture irregularities, hingga pori besar.
Dijelaskan sang dokter, Trifil Pro tidak hanya bekerja surface correction, tetapi menargetkan structural healing, sehingga kulit diperbaiki dari lapisan dalam dengan stimulasi regenerasi kolagen baru.
Menurut Dr. Andrew, teknologi ini memberikan kemudahan bagi dokter dalam menangani scar sesuai area yang diperlukan.
"Kalau misalnya kita ada beberapa scar yang lokasinya agak berjauhan, kita bisa spesifik ke scar ini saja, scar ini saja, dan scar ini saja. Ini sangat versatile, dan saya sangat happy dengan mesin ini," ungkapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan