INDOZONE.ID - Kalau Kamu sering scroll Instagram, TikTok, atau Pinterest, pasti nggak asing lagi dengan tren gua sha wajah yang lagi viral.
Banyak beauty enthusiast bilang gua sha bisa bikin wajah lebih sculpted, kulit glowing, bahkan bikin kantung mata minggat. Seolah-olah kayak insta-facelift dalam sekejap!
Tapi pertanyaannya, seberapa efektif gua sha secara ilmiah? Apakah ini cuma hype media sosial, atau memang ada benernya?
Di artikel ini, kita bakal kupas dari sisi ilmu pengetahuan, apa manfaat gua sha sebenarnya, dan apa yang realistis bisa Kamu harapkan dari rutinitas ini.
Baca juga: 26 Daftar Produk Kosmetik Berbahaya yang Ditemukan BPOM, Bisa Bikin Ginjal Rusak
Gua sha adalah teknik pijat tradisional asal Tiongkok yang dulu sering dipakai untuk meredakan otot tegang atau nyeri tubuh.
Alatnya biasanya berupa batu halus seperti jade, rose quartz, atau batu bian, yang digeser di permukaan kulit dengan tekanan lembut.
Meskipun awalnya bukan untuk wajah, sekarang gua sha wajah jadi tren kecantikan global.
Banyak orang pakai karena percaya bisa bikin wajah terasa lebih ringan, otot wajah lebih relaks, dan bahkan membantu produk skincare meresap lebih maksimal.
Baca juga: Penyebab Rambut Susah Kering Setelah Keramas
Salah satu manfaat paling disetujui pakar adalah increase blood flow alias peningkatan sirkulasi darah di area wajah.
Gerakan gua sha membantu darah dan oksigen lebih lancar ke sel-sel kulit yang teorinya bisa bikin kulit tampak lebih glowing dan sehat.
Kalau Kamu sering bangun pagi dengan wajah bengkak, gua sha bisa bantu lymphatic drainage (alur cairan getah bening) sehingga wajah kelihatan lebih de-puffed.
Baca juga: 7 Model Rambut Perempuan untuk Pesta Pernikahan yang Lagi Hits, Tampil Elegan tanpa Ribet!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber