Ilustrasi orang menggunakan retinol (freepik)
INDOZONE.ID - Retinol mungkin jadi nama yang sering kamu lihat di serum atau krim wajah. Ingredient ini terkenal banget di dunia skincare karena bisa bantu ngilangin jerawat, fine lines, dan bikin kulit lebih glowing. Tapi, pas kamu lagi hamil atau berencana hamil, retinol langsung jadi no-go area. Kenapa ya? Banyak banget mama muda yang masih bingung soal ini. Artikel ini bakal bahas secara lengkap kenapa retinol tidak disarankan untuk ibu hamil, mulai dari risiko sampai fakta medis penting yang wajib kamu tahu sebelum pakai skincare apa pun.
Retinol termasuk dalam keluarga retinoid, yaitu turunan dari vitamin A. Vitamin A memang penting buat kulit karena membantu mempercepat pergantian sel kulit, memproduksi kolagen, dan memperbaiki tekstur kulit. Makanya, retinol banyak dipakai dalam produk anti-aging dan anti-acne.
Tapi, walaupun populer, retinol punya potensi risiko besar ketika digunakan selama masa kehamilan. Ini bukan cuma mitos atau hoaks, tapi didukung oleh banyak panduan medis internasional.
Baca juga: Nggak Perlu Retinol Lagi! Ini Solusi Lembut tapi Super Efektif untuk Kulit Sensitif
Berikut ini adalah beberapa risiko yang sering dikaitkan dengan paparan retinoid tinggi saat kehamilan:
Perlu diperjelas bahwa risiko paling signifikan memang berasal dari retinoid oral yang diminum dalam dosis tinggi. Risiko dari retinol topikal belum bisa dipastikan karena penelitian yang ada masih terbatas. Namun, karena potensi paparan masuk ke darah dan ke plasenta, banyak dokter tetap menyarankan berhenti pakai retinol ketika hamil atau merencanakan kehamilan.
Ilustrasi ibu hamil pakai skincare. (GLOBALNEWS)
Sebaiknya, kamu berhenti pakai retinol sejak mulai merencanakan kehamilan. Biasanya, dokter kulit atau dokter kandungan menyarankan untuk menghentikan pemakaian retinol setidaknya beberapa minggu sebelum mulai program hamil. Alasannya, tubuh butuh waktu untuk menurunkan dan membersihkan kadar vitamin A yang tersimpan.
Tapi kalau kamu baru sadar sudah sempat pakai retinol setelah tahu sedang hamil, tidak perlu langsung panik. Hal seperti ini cukup sering terjadi. Biasanya, dokter akan melihat dulu seberapa sering dan seberapa banyak retinol yang dipakai sebelum memberi saran lebih lanjut. Supaya lebih tenang dan jelas, tetap konsultasikan dengan tenaga medis yang menangani kamu.
Tenang, kamu tetap bisa punya skincare routine yang aman tanpa retinol. Berikut beberapa bahan yang dianggap aman dan bisa bantu menjaga kulit tetap sehat selama masa hamil:
Semua bahan di atas bisa jadi alternatif tanpa membawa risiko yang sama seperti retinol. Namun, tetap baca label dan jika ragu, tanya dokter dulu.
Baca juga: 5 Manfaat Retinol untuk Kulit Wajah, dari Atasi Jerawat hingga Anti Aging
Badan seperti European Medicines Agency (EMA) juga menyatakan bahwa retinoid, termasuk yang dioleskan ke kulit, tidak direkomendasikan untuk ibu hamil. Itu karena risiko yang berkaitan dengan potensi efek toksik retinoid pada janin.
Dokter spesialis kandungan dan dermatologi pun biasanya menyarankan wanita yang sedang merencanakan kehamilan untuk menghentikan semua produk yang mengandung retinoid, termasuk retinol, sebagai tindakan pencegahan ekstra.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Healthline.com