Pakaian bekas (Sumber: gettyimage)
INDOZONE.ID - Pernah nggak sih kamu buka lemari, terus kaget sendiri karena isinya penuh dengan pakaian dalam yang sebenarnya sudah nggak kepakai? Ada yang ukurannya sudah nggak pas, warnanya memudar, atau memang kamu lagi pengin beres-beres biar lemari terasa lebih lega dan rapi.
Tapi setelah dikumpulin, muncul pertanyaan: sebenarnya ini harus dibuang ke mana, ya?
Jangan langsung asal masukin ke tempat sampah. Selain bikin tempat pembuangan akhir makin penuh, ternyata ada cara yang lebih aman, lebih etis, dan juga lebih ramah lingkungan untuk melepas pakaian bekas kamu, termasuk underwear yang sudah nggak terpakai lagi.
Ini fakta yang sering banget luput dari perhatian: pada akhirnya, sebagian besar pakaian yang kita buang itu nggak benar-benar “dipakai lagi”. Banyak yang ujung-ujungnya tetap berakhir di tempat pembuangan akhir. Serat kain, apalagi yang berbahan sintetis seperti poliester, bisa butuh ratusan tahun untuk terurai. Bahkan selama prosesnya, bahan ini bisa melepaskan mikroplastik ke lingkungan. Jadi ini bukan cuma soal bau atau rasa nggak nyaman, tapi juga soal dampaknya ke bumi dalam jangka panjang.
Selain itu, masih banyak yang mengira semua jenis pakaian bisa langsung disumbangkan ke yayasan atau thrift store. Padahal, kenyataannya nggak sesederhana itu. Banyak organisasi memang tidak menerima pakaian dalam bekas karena alasan kebersihan dan kesehatan. Di luar negeri, misalnya, cukup banyak thrift store yang secara tegas menolak underwear bekas karena standar higienis yang ketat dan risiko kesehatan yang harus mereka pertimbangkan.
Baca juga: Pedagang Pakaian impor bekas di Pasar Bengkulu Kesulitan Beralih Usaha, Minta Solusi
Kalau kamu cuma buang underwear bekas begitu saja ke tempat sampah, ada beberapa risiko yang bisa terjadi:
Jadi, ini bukan soal “yang penting dibuang atau didonasikan aja.” Kita tetap perlu memikirkan dampaknya, baik untuk lingkungan maupun untuk komunitas yang menerima donasi tersebut. Sedikit lebih perhatian dari kita bisa bikin perbedaannya besar.
Buang Pakaian Dalam. (Sumber: Gettyimage)
Sekarang kita masuk ke inti pembahasannya. Ada beberapa langkah yang bisa kamu ikuti, dari yang paling mudah sampai yang lebih kreatif.
Sebelum kamu asal masukin semuanya ke satu kantong sampah, coba sortir pakaian dalam kamu berdasarkan keadaan:
Langkah ini penting karena nggak semua yang “bekas” itu langsung harus dibuang. Ada alternatif yang jauh lebih sustainable.
Kalau kamu punya underwear yang kondisinya masih bagus, jarang dipakai, bersih, dan ukurannya masih oke, sebenarnya masih bisa dimanfaatkan lagi. Kamu bisa kasih ke teman dekat yang butuh atau ke lembaga sosial yang tepat. Tapi perlu diingat, nggak semua lembaga menerima pakaian dalam bekas, apalagi yang sudah pernah dipakai. Jadi sebelum menyumbang, pastikan dulu mereka memang punya program khusus untuk menerima pakaian dalam yang masih layak pakai.
Tipsnya, kamu bisa donasikan ke community support group yang memang punya program intimate apparel drive. Biasanya mereka sudah punya sistem dan standar khusus untuk menerima pakaian dalam yang masih layak pakai.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Nationalgeographic.com