Ilustrasi kutil di wajah (freepik)
INDOZONE.ID - Kutil kecil di wajah memang terlihat sepele, tapi kehadirannya sering bikin rasa percaya diri ikut turun. Apalagi kalau sudah lama nggak hilang-hilang, pasti rasanya makin mengganggu saat bercermin atau beraktivitas.
Nah, hal ini banyak orang yang mengalaminya lho, jadi kamu nggak sendirian.
Meski umumnya tidak berbahaya, kutil tetap perlu ditangani dengan cara yang tepat agar tidak makin menyebar atau membesar.
Yuk, cari tahu langkah cepat dan mudah untuk bantu menghilangkan kutil di wajah biar kamu bisa tampil lebih nyaman dan percaya diri lagi, berikut ini.
Cuka apel dipercaya punya efek mirip asam salisilat yang membantu mengelupas kulit terinfeksi sehingga kutil perlahan memudar.
Kandungan alaminya juga diduga memiliki sifat antivirus yang dapat melawan virus HPV, atau penyebab utama dari kutil.
Cara pakainya pun cukup mudah, campurkan 2 sendok makan cuka apel dengan 1 sendok makan air agar tidak terlalu keras di kulit.
Celupkan kapas ke larutan, lalu oleskan pada kutil secara perlahan. Diamkan sekitar 3-4 jam, kemudian bilas bersih. Hindari mengoleskan cuka apel tanpa pengenceran karena bisa memicu iritasi.
Propolis dikenal memiliki sifat antivirus yang membantu melawan virus HPV penyebab kutil. Selain itu, bahan alami ini juga mampu merangsang regenerasi sel kulit sehingga sering dipakai untuk berbagai masalah kulit.
Baca juga: 5 Cara Menghilangkan Bekas Cakar di Wajah, Kulit Mulus Lagi Tanpa Ribet!
Cara penggunaannya pun cukup sederhana, kamu bisa oleskan propolis langsung pada kutil.
Biarkan semalaman agar kandungannya bekerja lebih optimal. Lakukan secara rutin setiap hari hingga kutil berangsur hilang. Konsistensi pemakaian jadi kunci agar hasilnya maksimal.
Minyak jarak juga memiliki sifat antimikroba dan antiradang yang baik untuk membantu mengatasi gangguan kulit, termasuk kutil.
Kandungan alaminya membantu melembapkan sekaligus memperbaiki jaringan kulit yang rusak.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Mayo Clinic