Ilustrasi kulit ketiak gelap (Unsplash/Billie)
INDOZONE.ID - Banyak orang langsung minder saat melihat ketiaknya menggelap. Padahal, ketiak hitam bukan cuma soal kebersihan, lho. Bahkan, orang yang rajin mandi pun bisa mengalami hal ini.
Nah, sebelum buru-buru mencoba berbagai produk, penting banget untuk tahu: apa sih penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya dengan tepat?
Bukan cuma satu faktor, ini beberapa penyebab yang sering terjadi:
Jadi, kalau kamu merasa “sudah bersih tapi kok tetap gelap”, bisa jadi ini penyebabnya.
Baca juga: 4 Rekomendasi Produk yang Buat Ketiak Kamu Cerah dan Sehat
Kalau kamu lebih suka cara natural, beberapa bahan ini bisa jadi opsi. Tapi ingat, hasilnya butuh konsistensi, ya!
Ilustrasi ketiak yang bersih. (Bhrcenter)
Kalau ingin hasil yang lebih terlihat atau masalahnya cukup parah, kamu bisa konsultasi ke dokter kulit. Biasanya akan disarankan beberapa perawatan, misalnya:
Kalau ternyata ada infeksi kulit, dokter juga bisa memberikan antibiotik sesuai kondisi.
Baca juga: Dapatkan Kulit Ketiak yang Cerah dengan Tiga Rekomendasi Deodorant Ini
Kulit ketiak yang sudah cerah bisa kembali menggelap jika tidak dirawat dengan baik. Karena itu, penting untuk menjaga kebiasaan sehari-hari, seperti memilih deodoran yang lembut dan bebas alkohol agar tidak memicu iritasi.
Selain itu, hindari penggunaan pakaian yang terlalu ketat karena dapat menyebabkan gesekan berlebih pada kulit. Mengurangi frekuensi mencukur juga disarankan, atau bisa beralih ke metode lain seperti waxing. Jangan lupa untuk rutin melakukan eksfoliasi ringan guna mengangkat sel kulit mati, serta menjaga kelembapan kulit agar tetap sehat dan terawat.
Ketiak gelap itu normal dan bisa terjadi pada siapa saja. Yang penting, kamu tahu penyebabnya dan memilih cara yang sesuai, mau yang alami atau medis.
Nggak perlu langsung insecure. Dengan perawatan yang tepat dan konsisten, ketiak cerah itu sangat mungkin dicapai.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Healthline