Ilustrasi Malam 1 Suro 2026 (Nano Banana)
INDOZONE.ID - Memasuki bulan Juni 2026, banyak masyarakat mulai mencari tahu kapan datangnya Malam 1 Suro yang dikenal sebagai momen sakral dalam tradisi Jawa. Selain identik dengan pergantian tahun Jawa, malam ini juga sering dikaitkan dengan berbagai tradisi tirakatan, doa bersama, hingga ritual budaya di sejumlah daerah.
Bagi Anda yang sedang mencari informasi terkait kapan malam 1 Suro 2026, tanggal jatuhnya perayaan, hingga deretan pantangannya, berikut adalah ulasan yang telah dirangkum khusus untuk pembaca INDOZONE.
Banyak masyarakat yang menjadikan kalender Jawa sebagai pedoman dalam merencanakan berbagai kegiatan atau acara, baik itu yang bersifat pribadi maupun sosial. Lantas, 1 Suro 2026 bulan berapa dan jatuh pada hari apa?
Tahun ini, bulan Suro jatuh pada bulan Juni dan berlanjut hingga bulan Juli 2026. Terkait tanggal pastinya, terdapat sedikit perbedaan berdasarkan rujukan kalender yang digunakan:
Merujuk pada kalender yang diterbitkan oleh Kementerian Agama (Kemenag), 1 Muharram 1448 Hijriah jatuh lebih dulu, yaitu pada hari Selasa, 16 Juni 2026.
Sementara itu, tanggal 1 Suro 1960 Jawa bertepatan dengan hari Rabu, 17 Juni 2026 (weton Rabu Kliwon). Dalam penanggalan Jawa, pergantian hari dimulai setelah matahari terbenam atau bakda Magrib, sehingga malam 1 Suro diperkirakan jatuh pada Selasa malam, 16 Juni 2026.
Di sisi lain, ada pula Kalender Jawa 2026 yang menetapkan bahwa tanggal 1 Suro 2026 akan jatuh pada hari Selasa, 16 Juni 2026 atau bertepatan dengan weton Selasa Wage. Jika mengacu pada perhitungan ini, maka malam 1 Suro 2026 akan jatuh pada Senin malam, 15 Juni 2026 (malam Selasa Wage).
Sebagai informasi tambahan, jumlah hari dalam bulan Suro di tahun ini adalah sebanyak 29 hari. Berdasarkan kalender Jawa 2026, bulan Suro 2026 akan berlangsung sampai dengan hari Selasa, 14 Juli 2026 atau hari Selasa Pahing, 29 Sura 1960.
Baca juga: Ruwatan 1 Suro Diikuti Ratusan Warga dari 16 Etnis dan Doa Lintas Agama di Jember
Sebagian kalangan masyarakat Jawa menganggap bulan Muharram identik dengan Suro. Anggapan ini sebenarnya tidak sepenuhnya salah karena kalender Jawa memang memiliki hubungan erat dengan kalender Islam.
Namun, kalender Jawa dan kalender Hijriah memiliki sistem perhitungan yang tidak selalu berjalan sama setiap tahun sehingga bisa terjadi selisih tanggal.
Kalender Jawa yang digunakan saat ini merupakan hasil penyesuaian pada masa Sultan Agung Mataram. Saat itu, sistem penanggalan Jawa dipadukan dengan unsur kalender Hijriah Islam tanpa menghilangkan tradisi Jawa lama.
Karena proses perhitungannya tidak selalu identik dengan kalender Hijriah modern, awal bulan Suro dan awal Muharram terkadang bisa berbeda satu hari, seperti yang terjadi pada tahun 2026 ini.
Pertanyaan mengenai sengkolo malam satu suro 2026 tanggal berapa sangat erat kaitannya dengan malam pergantian tahun itu sendiri, yakni antara 15 Juni atau 16 Juni 2026 di malam hari. Suro bukan sekadar bulan pertama dalam penanggalan Jawa, tetapi dianggap sebagai bulan yang memiliki kekuatan spiritual tinggi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber