Ilustrasi orang mulai berhenti merokok. (Freepik)
INDOZONE.ID – Memutuskan untuk berhenti merokok, menjadi salah satu langkah awal yang baik untuk meningkatkan kesehatan.
Meski kecanduan nikotin sering membuat proses berhenti merokok jadi tantangan berat, tapi sangat bermanfaat bagi kesehatan.
Terlebih, perubahan itu sebenarnya dirasakan hanya dalam hitungan jam setelah rokok terakhir dihisap. Mulai dari membaiknya sirkulasi darah hingga pemulihan fungsi paru-paru secara bertahap.
Sebab, tubuh memiliki kemampuan luar biasa untuk memperbaiki diri, setelah tidak lagi terpapar ribuan zat kimia berbahaya yang terkandung dalam rokok.
Dikutip dari Medical Daily, berikut ini tahapan perubahan yang terjadi pada tubuh, setelah berhenti merokok. Mulai dari 24 jam pertama, hingga lebih dari 15 tahun kemudian.
Baca juga: Banyak yang Nggak Sadar, Kebiasaan Merokok Diam-Diam Bikin Payudara Cepat Kendur
Dalam 24 jam pertama, tubuh mulai melakukan penyesuaian penting. Denyut jantung dan tekanan darah yang sebelumnya meningkat akibat efek nikotin, mulai menurun. Sehingga, beban kerja sistem kardiovaskular berkurang.
Kadar karbon monoksida dalam darah juga mulai turun. Akibatnya, oksigen dapat beredar lebih efisien ke seluruh tubuh, dan organ-organ vital mendapatkan pasokan oksigen yang lebih baik.
Pada tahap ini, kadar nikotin masih ada di dalam tubuh. Tapi, mulai berkurang secara bertahap sebagai bagian dari proses detoksifikasi alami.
Ilustrasi berhenti merokok. (Freepik)
Memasuki minggu pertama, sebagian besar nikotin telah keluar dari tubuh. Pada periode ini, banyak mantan perokok mengalami gejala putus nikotin, seperti:
Meski demikian, sejumlah perubahan positif mulai muncul. Indra penciuman dan pengecap menjadi lebih tajam karena ujung saraf yang sebelumnya terganggu oleh asap rokok mulai pulih.
Paru-paru juga mulai membersihkan lendir dan racun yang menumpuk. Proses ini dapat menyebabkan batuk lebih sering untuk sementara waktu.
Namun sebenarnya, itu merupakan tanda bahwa paru-paru sedang membersihkan diri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Medical Daily