INDOZONE.ID - Kisah tragis dialami oleh seorang asisten perawat, Paula Andrea Beltrán Sandoval (41).
Perawat itu tewas saat menjalani operasi pengangkatan filler beracun dari bokongnya di sebuah klinik yang berada di dalam pusat perbelanjaan.
Ia mengalami henti jantung dan pernapasan sekitar 70 menit setelah prosedur operasi dimulai.
Tim medis sempat melakukan berbagai upaya penyelamatan, termasuk memberikan kejut listrik selama lebih dari 40 menit.
Namun, nyawanya tidak berhasil diselamatkan dan Paula dinyatakan meninggal dunia di ruang operasi.
Baca juga: Filler Bibir: Manfaat, Prosedur, Biaya, dan Risiko yang Perlu Diketahui
Paula diketahui tinggal dan bekerja di New York, Amerika Serikat.
Namun, ia pulang ke kota asalnya, Medellín, Kolombia, untuk menjalani operasi pengangkatan biopolimer setelah mengalami sejumlah masalah kesehatan akibat filler yang sebelumnya disuntikkan ke tubuhnya.
Di Kolombia, suntikan biopolimer untuk tujuan kecantikan sebenarnya sudah dilarang oleh hukum.
Bahan tersebut juga tidak disetujui untuk prosedur kosmetik di Inggris karena memiliki risiko yang sangat berbahaya, seperti kematian jaringan tubuh (nekrosis), perpindahan filler ke bagian tubuh lain, hingga infeksi serius atau sepsis.
Paula Andrea Beltrán Sandoval (41) (Mirror)
Dilansir Mirror, Paula tidak memiliki riwayat penyakit bawaan. Operasi tersebut dilakukan di sebuah klinik yang berada di dalam El Tesoro Shopping Centre, Medellín, pada 18 Juni.
Biaya prosedur yang dijalaninya mencapai 38 juta Peso Kolombia atau sekitar Rp150 juta.
Baca juga: Filler Wajah: Manfaat, Resiko, dan Tips Aman agar Hasilnya Tidak Membahayakanmu
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Mirror