INDOZONE.ID - Kesehatan jantung ternyata dari kebiasaan makan sejak masa anak-anak, bahkan sejak dalam kandungan sudah memiliki peran terhadap risiko penyakit jantung di kemudian hari.
Pesan tersebut disampaikan oleh dr. Anggita Citra Resmi, Sp.GK dalam rangkaian Heart Care Day bertema "Liburan Sekolah Lebih Seru dengan Berbagai Kegiatan Edukatif Orang Tua dan Anak" yang digelar Siloam Heart Hospital di Depok, Sabtu (4/7/2026).
Baca juga: APL Hadirkan Tirzepatide, Memperkuat Tatalaksana Penyakit Metabolik Indonesia
Ia menjelaskan bahwa penelitian menunjukkan penumpukan plak pada pembuluh darah sudah dapat mulai muncul sejak usia anak, terutama bila terdapat faktor risiko seperti riwayat penyakit jantung dalam keluarga, kolesterol tinggi, diabetes, maupun tekanan darah tinggi.
"Jadi, kebiasaan makan anak-anak ini ternyata memang mempengaruhi kondisi jantungnya 20-30 tahun lagi," jelas dr. Anggita.
Salah satu faktor yang paling berpengaruh adalah konsumsi makanan tinggi lemak jenuh, lemak trans, gula, dan garam secara berlebihan.
Menurut dr. Anggita, lemak trans merupakan jenis lemak yang sebaiknya benar-benar dihindari karena dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat. Lemak ini biasanya berasal dari minyak goreng yang digunakan berulang kali.
Selain itu, makanan tinggi gula juga dapat memicu kelebihan berat badan hingga meningkatkan risiko diabetes. Sementara konsumsi makanan tinggi garam, seperti makanan instan, keripik, sosis, dan berbagai makanan kemasan, dapat meningkatkan tekanan darah.
Baca juga: Anak Mendadak Sakit Perut dan Demam? Waspadai Radang Kelenjar Getah Bening Mesenterika
Di sisi lain, kurangnya konsumsi buah dan sayur membuat tubuh kekurangan vitamin, mineral, dan serat yang dibutuhkan untuk menjaga kesehatan pembuluh darah dan metabolisme.
Menurut dr. Anggita, upaya menjaga kesehatan jantung anak idealnya dimulai sejak masa kehamilan hingga 1.000 hari pertama kehidupan.
"Sebenarnya kita bisa cegah mulai dari saat hamil sampai nanti terutama di seribu hari pertama kehidupan," ungkap dr. Anggita.
Baca juga: Enggak Nyangka! Ternyata Serat Juga Bisa Turunkan Risiko Demensia hingga Depresi
Setelah anak berusia di atas dua tahun, orang tua dianjurkan menerapkan prinsip gizi seimbang dalam setiap kali makan. Setengah porsi piring sebaiknya berisi buah dan sayur, sedangkan sisanya terdiri dari makanan pokok serta lauk kaya protein, terutama protein hewani.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung