INDOZONE.ID - Kebiasaan duduk terlalu lama di kantor, sering dikaitkan dengan sejumlah masalah kesehatan. Mulai dari kenaikan berat badan, gangguan postur tubuh, hingga penyakit gaya hidup seperti hipertensi dan diabetes tipe 2.
Namun, ada dampak lain yang tidak kalah mengejutkan, kebiasaan ini juga dapat memengaruhi fungsi paru-paru.
Hal tersebut disampaikan Konsultan Senior Pulmonologi di MGM Malar, Chennai, Dr. Rajkumar K, yang dikutip dari Hindustan Time. Ia mengungkapkan, duduk berjam-jam dalam posisi statis dapat menurunkan efisiensi paru-paru.
Bagaimana duduk lama merusak fungsi paru-paru?
Menurut Rajkumar, paru-paru sama seperti organ lain yang memerlukan pergerakan agar tetap berfungsi optimal. Duduk terlalu lama, membuat tubuh cenderung membungkuk sehingga otot-otot pernapasan—seperti diafragma, otot antar tulang rusuk, dan otot dada—tidak terlatih dengan baik.
Baca juga: 5 Jus Buah Alami untuk Menjaga Kesehatan Paru-paru
“Kelemahan otot pernapasan ini, membuat paru-paru tidak bisa mengembang dengan maksimal, sehingga kemampuan menarik oksigen berkurang,” ucap Rajkumar.
“Akibatnya, lendir atau infeksi sekunder tidak bisa keluar dengan baik. Kondisi ini bisa berujung pada pneumonia, penurunan asupan oksigen, hingga pernapasan dangkal yang meningkatkan risiko penyakit paru obstruktif kronis (COPD),” sambungnya.
COPD merupakan penyakit kronis pada paru-paru, yang ditandai dengan kerusakan saluran napas akibat peradangan. Sehingga, penderitanya kesulitan bernapas.
Bukti ilmiah mendukung
Rajkumar merujuk pada studi tahun 2014 yang dipublikasikan dalam The European Respiratory Journal. Penelitian tersebut menemukan, individu dengan gaya hidup sedentari memiliki fungsi paru-paru 12–15 persen.
Hal itu lebih rendah dibandingkan mereka yang aktif, bahkan setelah memperhitungkan faktor usia, berat badan, dan kebiasaan merokok.
Ia juga menyoroti survei lintas Asia yang menunjukkan, orang yang duduk lebih dari 8 jam sehari, dua kali lebih berisiko mengalami gejala sesak napas dan mudah lelah.
Fungsi paru-paru yang menurun, juga dapat memperberat kerja jantung, sehingga meningkatkan risiko masalah kardiovaskular.
Pencegahan
Meski demikian, Rajkumar menegaskan, dampak buruk duduk lama bisa dicegah dengan langkah sederhana.
“Disarankan untuk melakukan peregangan setiap 30 menit, melakukan latihan pernapasan, dan menyisihkan setidaknya 30 menit untuk olahraga intensitas sedang seperti jalan cepat, renang, atau yoga,” kata Rajkumar.
“Aktivitas ini tidak hanya memperkuat otot pernapasan, tetapi juga membantu memperbaiki postur tubuh sehingga paru-paru dapat mengembang lebih baik,” lanjutnya.
Kebiasaan duduk terlalu lama bukan sekadar soal pegal atau lelah, tetapi juga menyangkut kesehatan organ vital seperti paru-paru dan jantung.
Dengan perubahan gaya hidup sederhana, risiko jangka panjang seperti COPD maupun penyakit kardiovaskular dapat ditekan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Hindustan Times