INDOZONE.ID - Cuaca panas ekstrem yang melanda Jakarta dalam beberapa hari terakhir sangat meresahkan banyak orang.
Cuaca panas ekstrem tak hanya berbahaya bagi kesehatan tubuh, tapi juga menimbulkan dampak langsung pada kulit.
Cuaca panas bisa menyebabkan berbagai masalah kulit, seperti eksim, rosacea, ruam, serta kulit sensitif atau berubah warna.
Baca juga: Gelombang Panas dan Angin Kencang Picu Kebakaran Hutan Hebat di Eropa Selatan
Bagaimana Panas Mempengaruhi Kulit?
Gelombang panas dapat memicu atau memperburuk beberapa kondisi kulit, diantaranya:
- Biang keringat (miliaria): terjadi ketika saluran keringat tersumbat karena produksi keringat berlebih. Akibatnya, muncul bintik-bintik merah yang terasa gatal.
- Eksim: ditandai dengan kulit kering dan gatal, bisa semakin parah karena iritasi dan dehidrasi akibat banyak berkeringat.
- Rosacea: kondisi kulit wajah yang menyebabkan kemerahan dan pembuluh darah terlihat jelas, juga sangat sensitif terhadap panas. Suhu tinggi membuat pembuluh darah melebar sehingga wajah tampak memerah.
- Melasma: flek hitam di wajah akan lebih gelap karena panas dapat meningkatkan aktivitas melanosit (sel penghasil pigmen kulit).
- Penuaan dini: paparan panas dan sinar UV secara bersamaan dapat mempercepat kerusakan kolagen dan elastin, menyebabkan penuaan dini dan kulit kehilangan elastisitas.
Selain itu, risiko kanker kulit juga meningkat karena paparan sinar UV yang lebih lama selama musim panas ekstrem.
Cara Melindungi Kulit saat Cuaca Panas
Berikut beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk melindungi kulit saat gelombang panas melanda:
Baca juga: Gelombang Panas Terjang Kota Chongqing Cina, AC Suhu 17 Derajat Celcius Tidak Terasa
1. Jaga Kulit Tetap Dingin
- Gunakan pakaian longgar dan berbahan alami seperti katun atau linen yang memungkinkan udara mengalir dan menyerap keringat.
- Hindari bahan sintetis yang menahan panas dan kelembaban.
- Mandi dengan air sejuk atau suam-suam kuku. Air panas justru bisa menghilangkan minyak alami kulit dan membuatnya kering.
- Jika rumahmu tidak ber-AC, cari tempat yang lebih sejuk untuk sementara waktu.
2. Pastikan Kulit Tetap Terhidrasi
- Minum cukup air dan konsumsi buah-buahan tinggi air seperti semangka dan mentimun.
- Gunakan pelembab ringan setelah mandi agar kelembaban kulit terkunci. Pilih pelembab dengan bahan seperti hyaluronic acid atau gliserin untuk membantu mempertahankan kadar air di kulit.
3. Batasi Paparan Sinar Matahari dan Polusi
- Gunakan topi lebar, kacamata hitam UV, dan pakaian lengan panjang saat beraktivitas di luar.
- Oleskan tabir surya (sunscreen) broad-spectrum dengan kandungan zinc oxide, titanium dioxide, atau iron oxide untuk melindungi kulit dari sinar UV sekaligus polutan.
- Tambahkan antioksidan topikal seperti vitamin C pada rutinitas perawatan pagi untuk membantu melawan radikal bebas.
- Setelah beraktivitas, bersihkan wajah dan tubuh agar sisa polusi dan sunscreen tidak menumpuk di kulit.
Gelombang panas bukan hanya soal rasa gerah, tapi juga tantangan serius bagi kesehatan kulit.
Dengan menjaga kulit tetap dingin, lembap, dan terlindungi dari sinar matahari serta polusi, kamu bisa membantu kulit tetap sehat dan mencegah masalah seperti kemerahan, iritasi, dan penuaan dini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Health.harvard