Ilustrasi sakit mata. (freepik)
INDOZONE.ID - Mata yang terasa panas atau seperti terbakar bisa bikin aktivitas sehari-hari terganggu banget. Kondisi ini bisa muncul karena banyak hal, mulai dari faktor lingkungan sampai masalah kesehatan tertentu.
Meski sering dianggap sepele, alasan mata terasa panas dan perih bisa jadi tanda bahwa ada sesuatu yang gak beres pada organ penglihatanmu.
Supaya gak salah langkah, yuk kenali beberapa penyebab mata perih dan panas berikut ini agar kamu bisa tahu cara mengatasinya dengan tepat.
Baca juga: 7 Infeksi Menular IMS yang Bisa Menyerang Mata, Waspada Gejalanya!
Ilustrasi sakit mata (photo/medicalnewstoday)
Salah satu penyebab paling umum dari mata perih seperti terbakar adalah mata kering atau dry eye syndrome. Kondisi ini terjadi ketika air mata yang berfungsi melembapkan permukaan mata tidak diproduksi cukup banyak, atau kualitasnya menurun.
Biasanya, mata kering bisa dipicu oleh faktor usia, penggunaan lensa kontak terlalu lama, hingga penyakit seperti diabetes atau artritis reumatoid. Beberapa obat seperti antihipertensi dan antidepresan juga bisa memperburuk kondisi ini.
Gejalanya bisa berupa rasa perih, mengganjal, pandangan kabur, dan sensasi terbakar. Untuk cara mengatasi mata perih karena mata kering, kamu bisa menggunakan tetes mata buatan, mengompres hangat, serta mengurangi waktu menatap layar gadget terlalu lama.
Baca juga: Mengenal Uveitis Radang Mata yang Bisa Sebabkan Kebutaan Jika Terlambat Ditangani
Jika matamu terasa panas disertai gatal dan berair, bisa jadi itu akibat alergi mata atau konjungtivitis alergi. Reaksi ini muncul saat mata terpapar alergen seperti debu, bulu hewan, serbuk sari, parfum, atau asap rokok.
Saat alergi muncul, tubuh melepaskan zat kimia bernama histamin yang menimbulkan peradangan dan rasa tidak nyaman. Biasanya kelopak mata jadi bengkak, merah, dan terasa perih.
Untuk cara mengatasi mata perih akibat alergi, kamu bisa menghindari pemicunya, menggunakan kompres dingin, dan memakai tetes mata anti alergi sesuai anjuran dokter.
Konjungtivitis merupakan infeksi atau peradangan pada konjungtiva, yaitu lapisan tipis yang melapisi bagian dalam kelopak mata dan permukaan bola mata. Kondisi ini bisa disebabkan oleh virus, bakteri, atau reaksi alergi.
Gejalanya mirip seperti mata merah biasa, tapi biasanya disertai mata perih seperti terbakar, rasa panas, dan keluar cairan berwarna jernih hingga kekuningan. Bahkan, penelitian menunjukkan bahwa infeksi COVID-19 juga bisa memicu konjungtivitis.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Healthcentral.com