INDOZONE.ID - Pernah kepikiran ganti warna rambut, tapi masih bingung harus bleaching atau pakai cat? Tenang, kamu nggak sendirian!
Banyak orang yang masih mengira bleaching dan pewarnaan rambut adalah hal yang sama. Keduanya emang sama-sama melibatkan hal kimia, tapi cara kerja dan efeknya beda di rambut.
Tentunya hasil akhir dan perawatannya bakal beda juga. Kalau salah pilih teknik, bisa bikin warna rambut nggak sesuai, atau bahkan rusak.
Nah, sebelum kamu mau ganti gaya, kita bakal bahas pengertian bleaching dan pewarnaan rambut. Jadi, kamu tetap bisa menyesuaikan pilihan dengan kondisi yang sesuai. Cek langsung ke bawah ya!
Pengertian Pewarnaan Rambut
Mewarnai rambut berarti mengubah warna asli rambut kamu. Menariknya, jenis cat rambut juga ada macam-macam, mulai dari permanen, semi-permanen, demi-permanen, sampai sementara (temporary).
Cat Rambut Permanen
Sesuai namanya, cat rambut permanen nggak mudah luntur. Warnanya akan bertahan lama, meski nantinya akan ikut tumbuh seiring rambut memanjang.
Saat rambut diwarnai secara permanen, kutikula rambut akan terbuka supaya pigmen warna bisa masuk ke dalam batang rambut.
Baca juga: 5 Manfaat Serum Rambut dan Cara Pakainya, Yuk Ikutin Biar Rambut Lebih Halus dan Sehat!
Cat Rambut Semi-Permanen
Cat rambut semi-permanen biasanya dipakai di rambut yang udah dicerahkan lebih dulu. Warnanya masuk ke bagian dalam batang rambut, dan umumnya bisa bertahan sekitar 8–10 kali keramas, lalu perlahan memudar.
Kalau kamu ingin mewarnai rambut tapi tetap minim kerusakan, ada juga cat semi-permanen yang sekaligus membantu merawat rambut berkat teknologi bonding khusus.
Cat Rambut Sementara
Cat rambut sementara cuma bertahan sampai keramas berikutnya. Biasanya hadir dalam bentuk krim, mousse, spray, maskara rambut, atau sampo berwarna.
Jenis ini nggak mengubah warna asli rambut, dan nggak perlu bleaching. Ibaratnya, cat rambut sementara seperti make-up rambut yang bisa langsung hilang.
Baca juga: 5 Tanda Rambut Rusak yang Sering Diabaikan, Jangan Sampai Terlambat Merawatnya!
Pengertian Bleaching
Di sisi lain, bleaching adalah proses menghilangkan warna alami rambut supaya jadi lebih terang. Caranya lewat proses oksidasi, yaitu mengeluarkan pigmen warna dari batang rambut.
Proses ini menggunakan hidrogen peroksida yang berfungsi menghancurkan pigmen melanin. Hasilnya, rambut bisa berubah jadi kuning sangat terang.
Semakin tinggi kadar hidrogen peroksida dan semakin lama dibiarkan, hasil rambut pun akan makin terang. Sayangnya, pigmen yang udah rusak akibat bleaching nggak bisa balik lagi.
Apa Perbedaan Bleaching dan Pewarnaan Rambut?
Biar makin jelas, ini ringkasan perbedaannya:
Bleaching menghilangkan warna alami rambut. Kalau pewarnaan rambut pakai cat, pigmen lama hanya dipecah sebagian, lalu ditambahkan pigmen warna baru.
Bleaching sifatnya permanen, artinya warna asli rambut nggak akan kembali di bagian yang udah diproses. Sementara cat rambut bisa permanen atau sementara.
Bleaching butuh waktu lama, bahkan bisa beberapa jam, sedangkan mewarnai rambut biasanya kurang dari 45 menit.
Bleaching pasti merusak rambut, sementara cat rambut bisa dibuat lebih minim kerusakan.
Bleaching berisiko kalau salah teknik, sedangkan mewarnai rambut relatif lebih aman jika dasarnya udah dibleaching dengan benar.
Dampak Bleaching ke Rambut
Setelah bleaching, rambut sering terasa lebih kering dan kasar. Ini karena bleaching mengubah porositas dan elastisitas rambut.
Kutikula rambut jadi lebih terbuka dan susah menutup kembali. Ini yang akhirnya bisa bikin rambut bercabang atau patah.
Belum lagi, bahan kimia bleaching juga merusak lemak alami rambut, sehingga batang rambut jadi lebih rapuh. Namun tenang, dengan perawatan yang tepat dan produk yang sesuai, kondisi rambut masih bisa diperbaiki.
Kerusakan juga bisa dikurangi dengan mencampurkan produk tambahan, seperti Colour Mask, ke dalam bleach.
Nah, itulah perbedaan pewarnaan rambut dan bleaching. Kalau kamu masih ragu, tetap konsultasi sama pihak salon terpercaya atau profesional lainnya ya!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Thriveco