Senin, 19 JANUARI 2026 • 16:30 WIB

Cara Mudah Lawan Lemak Bandel demi Body Goals ala Kim Kardashian

Author

dr Elizabeth Lisa dari Beauty Sister memperkenalkan Bea Sculpt by Onda Pro, perawatan kecantikan Kim Kardashian. (Dewi Kania/ZCreators)

INDOZONE.ID - Semua orang ingin tampil cantik dan langsing dengan berat badan ideal. Namun, semua itu tentu membutuhkan perjuangan.

Seiring bertambahnya usia, mempertahankan bentuk tubuh terasa semakin sulit. Terutama bagi wanita yang sudah pernah melahirkan, tak jarang merasa putus asa melihat banyak perubahan pada tubuhnya.

dr. Elizabeth Lisa dari Beauty Sister Clinic mengakui, banyak orang datang dengan kondisi sudah diet, sudah olahraga, tetapi hasilnya belum memuaskan. Banyak pasien dengan keluhan double chin, perut bergelambir, paha, lengan, bra fat, wajah, dan love handle mengeluhkan hal yang sama.

“Semua orang ingin tampil rapi dan bisa kembali seperti dulu lagi. Tapi bagaimana cara kita berdamai dengan badan dan muka kita yang terus berubah ini?” katanya dalam acara Grand Launching Bea Sculpt Beauty Sister Clinic di Alam Sutera, Sabtu, 17 Januari 2026.

dr. Elizabeth pun memperkenalkan alat yang disebut Bea Sculpt by Onda Pro, yang mampu menghancurkan lemak membandel di tubuh. FYI, alat ini menjadi best friend-nya artis Hollywood, Kim Kardashian.

“Alat ini tidak cuma hits di Indonesia, tetapi juga di Thailand, Korea, dan Hollywood. Ini best friend-nya Kim Kardashian. Power-nya super banget, lemak paling berat sampai bikin tirus bisa diatasi dengan alat ini,” jelasnya.

Baca juga: 3 Perawatan Kecantikan Sultan yang Booming di 2026, Bikin Kamu Tertarik Coba!

Apa Itu Bea Sculpt by Onda Pro?

Lebih lanjut, dr. Elizabeth menjelaskan Bea Sculpt by Onda Pro merupakan teknologi terbaru untuk face and body sculpting yang bersifat non-invasif, tanpa jarum, dan minim dampak. Fungsinya menggunakan kekuatan gigawave untuk membantu menghancurkan lemak membandel sesuai kebutuhan pasien.

“Alat ini bisa dipakai langsung ke bagian lemak yang ingin dituju dengan rasa nyaman. Walaupun panasnya mencapai 60 atau 70 derajat, tetap nyaman karena ada coolwave yang membantu meluruhkan lemak membandel di tubuh sesuai yang diinginkan,” ujar sang dokter.

Siapa Saja yang Boleh Perawatan?

Menurut dr. Elizabeth, Bea Sculpt tidak bisa digunakan untuk semua orang. Alat ini efektif untuk orang dengan berat badan ideal, mereka yang rajin olahraga tetapi masih memiliki lemak membandel, serta bagi orang yang sabar karena hasilnya tidak instan.

“Kalau berat badan obesitas tingkat tiga itu sulit. Tapi asal tertib bekerja sama, olahraga bareng, makan sehat bareng, dan hidup sehat, itu dijamin pas banget buat kehidupan kalian. Kita konsultasi dulu. Kalau memang tidak bisa, ya saya akan bilang tidak bisa,” terang dr. Elizabeth.

Meski begitu, alat ini bisa digunakan oleh berbagai rentang usia karena dr. Elizabeth menjamin keamanannya dan minim risiko.

“Misalnya anak SMA badannya gemuk, boleh dibawa. Tidak ada suntikan, tidak ada downtime,” ucapnya.

Bahkan, bagi seseorang yang sudah pernah melakukan perawatan filler atau perawatan kecantikan lain dalam waktu bersamaan, tetap diperbolehkan menggunakan alat ini.

Dampak Penggunaan

dr. Elizabeth mengakui bahwa rata-rata pasien merasa puas dengan hasil perawatan ini. Lemak membandel dapat dimetabolisme secara alami oleh tubuh.

“Idealnya semua tergantung dari pasien. Kuncinya pasien harus tenang dan sabar. Hasil ideal biasanya satu bulan sekali, dan jika hasilnya bagus, bisa diulang. Selama pola makan dan olahraga dijaga dengan baik, pengulangan bisa dilakukan setiap lima hingga enam bulan sekali,” kata dr. Elizabeth.

Baca juga: Fast Beauty dan Konsumerisme: Tren Kecantikan yang Bikin Boros

Perawatan yang Bakal Booming di 2026

Andrea Christina, atau yang akrab disapa Dosen Kecantikan, telah mencoba perawatan Bea Sculpt yang diprediksi bakal booming di 2026. Namun, menurutnya, memilih satu perawatan adalah hal yang cukup tricky.

“Aku selalu memikirkan keamanan dan kejujuran, konsultasi yang jelas, dan fokus pada edukasi. Perawatan harus berbasis kebutuhan, bukan paksaan. Beauty Sister tahu cara menangani pasien,” ungkapnya.

Menurut Andrea, setiap tubuh memiliki bentuk dan cerita masing-masing. Sebelum melakukan treatment, kesiapan dana dan ekspektasi harus realistis, serta informasi yang digali harus cukup.

“Perlu tahu ini bukan sulap, bukan sihir. Treatment bukan pengganti gaya hidup. Hasil akan optimal jika dibantu pemahaman sejauh mana hasil bisa dicapai. Kalau prosesnya tepat dan aman, hasilnya pun lebih tenang dan minim penyesalan,” jelasnya.

Andrea pun sudah mencoba alat andalan Kim Kardashian ini. Ia merasa hasilnya cukup baik dan mampu menyempurnakan perawatan yang sudah pernah ia lakukan sebelumnya.

“Aku baru mencoba sekali. Aku pakai jeans, kok terasa agak longgar, padahal habis makan bakmi. Hasilnya kira-kira sudah kelihatan 20 persen. Terasa longgar sekitar satu sampai dua sentimeter. Nanti setelah sebulan, pasti bakal lebih mengecil lagi,” tutupnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU