INDOZONE.ID - Cara mengatasi rambut bau apek setelah kehujanan, sering jadi penyelamat di tengah cuaca yang nggak menentu seperti sekarang.
Rambut yang terkena air hujan seharian memang mudah terasa lepek dan berbau tak sedap. Kondisi ini bisa bikin rasa percaya diri turun, apalagi saat harus tetap beraktivitas atau bertemu banyak orang.
Padahal, masalah rambut bau apek bisa diatasi dengan langkah yang tepat dan praktis. Nah, berikut cara mengatasi rambut bau apek setelah kehujanan yang bisa kamu ikuti.
1. Pilih Sampo Anti Polusi agar Rambut Lebih Bersih
Mengatasi rambut bau apek setelah kehujanan bisa dimulai dengan memilih shampo berformula anti polusi. Air hujan di perkotaan sering membawa partikel kotoran, yang menempel di rambut dan kulit kepala.
Sampo jenis ini membantu membersihkan residu secara menyeluruh tanpa membuat rambut terasa kering.
Kandungan pembersih lembutnya juga menjaga keseimbangan kelembapan alami rambut. Dengan penggunaan rutin, rambut terasa lebih ringan, segar, dan wangi lebih lama.
2. Pastikan Rambut Benar-Benar Kering
Mengatasi rambut bau apek juga sangat bergantung pada kebiasaan mengeringkan rambut dengan benar.
Baca juga: 9 Cara Mengatasi Rambut Lepek Akibat Sering Pakai Helm, Dijamin Lebih Fresh dan Bervolume!
Rambut yang dibiarkan lembap terlalu lama mudah memicu bau tidak sedap. Kamu bisa gunakan handuk microfiber untuk mengeringkan rambut, sehingga handuk ini menyerap air tanpa merusak batang rambut.
Selain itu, hindari menggosok terlalu keras agar rambut tidak mudah patah. Jika perlu, gunakan hair dryer dengan suhu rendah hingga akar rambut benar-benar kering.
3. Andalkan Hair Mist untuk Efek Fresh Instan
Mengatasi rambut bau apek setelah kehujanan bisa jadi lebih praktis dengan bantuan hair mist atau parfum rambut. Produk ini membantu menetralkan bau tak sedap, sekaligus memberi aroma segar.
Pilihlah wangi yang ringan agar nyaman dipakai seharian. Selain wangi, hair mist biasanya juga mengandung vitamin atau minyak alami yang menutrisi rambut.
Kamu bisa mulai semprotkan dari batang hingga ujung rambut, tetapi jangan kena akar rambut agar tidak lepek.
4. Gunakan Dry Shampoo Saat Darurat
Mengatasi rambut bau apek setelah kehujanan saat tidak sempat keramas bisa dibantu dengan dry shampoo. Produk ini mampu menyerap minyak berlebih dan mengurangi bau tak sedap di rambut.
Dry shampoo juga sangat praktis digunakan setelah kehujanan, terutama sebelum beraktivitas lagi.
Kamu cukup lakukan semprotan di area akar rambut, lalu ratakan dengan jari atau sisir. Rambut pun terlihat lebih segar tanpa harus basah dan menunggu lama.
5. Hindari Mengikat Rambut Saat Masih Lembap
Mengatasi rambut bau apek setelah kehujanan juga bisa dimulai dari kebiasaan sederhana, yaitu tidak mengikat rambut saat masih basah atau lembap.
Baca juga: Rambut Mudah Kusut saat Musim Hujan? Ini Solusi Perawatan yang Lebih Praktis
Jadi jika rambut kamu basah setelah kehujanan, hindari mengingkat rambut meskipun sudah setengah kering. Rambut yang diikat dalam kondisi lembap membuat udara sulit masuk dan memicu bau tidak sedap.
Kondisi ini juga bisa membuat rambut lebih mudah lepek dan kusam. Sebaiknya biarkan rambut terurai hingga benar-benar kering sebelum diikat atau ditata.
6. Rutin Deep Conditioning agar Rambut Tetap Sehat
Mengatasi rambut bau apek setelah kehujanan juga perlu diimbangi dengan perawatan intensif seperti deep conditioning. Udara lembap dan polusi bisa membuat rambut kehilangan kelembapan alaminya.
Nah, masker rambut ini membantu menutrisi dan memperbaiki rambut yang stres akibat sering kehujanan. Gunakan perawatan ini minimal seminggu sekali, agar rambut tetap lembut dan wangi.
7. Gunakan Topi
Kamu bisa menggunakan topi atau hoodie yang bisa jadi solusi sederhana tapi efektif sebelum datengnya hujan.
Proteksi ini membantu mencegah air hujan dan polusi langsung menempel di rambut kamu, sehingga bau apek bisa terhindar.
Pilihlah bahan yang ringan dan mudah kering agar tetap nyaman digunakan. Jadi mulai sekarang, simpan topi lipat atau hoodie tipis di tas sebagai antisipasi sebelum kehujanan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Medium