INDOZONE.ID - Dokter spesialis paru Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof. Sulianti Saroso, dr. Titi Sundari, mengingatkan pasien tuberkulosis (TBC) agar tetap mengonsumsi obat sesuai anjuran, meskipun mengalami efek samping ringan seperti mual, muntah, atau nyeri sendi.
Ia menegaskan penghentian obat secara sepihak berisiko menyebabkan resistensi, yakni kondisi ketika kuman penyebab TBC menjadi kebal terhadap obat sehingga pengobatan menjadi lebih sulit.
“Apabila ada keluhan atau muncul efek samping obat, tolong jangan langsung dihentikan ya, apalagi kemudian tidak mau minum obat lagi. Ingat bahwa tidak semua efek samping itu termasuk berat,” kata Titi dalam sebuah webinar yang dipantau dari Jakarta, Selasa (3/3/2026).
Baca juga: Kenali Ciri-Ciri Terinfeksi TBC dan Cara Mencegah Penularannya Sejak Dini
Menurutnya, efek samping ringan seperti nyeri sendi, kesemutan, mual, atau gatal masih dapat ditangani dengan konsultasi ke dokter tanpa harus menghentikan terapi. Dokter dapat memberikan penanganan tambahan untuk meredakan keluhan tersebut.
Sementara itu, jika muncul efek samping yang lebih berat seperti ruam luas, pasien perlu segera berkonsultasi untuk memastikan apakah gejala tersebut benar disebabkan oleh obat atau faktor lain seperti makanan.
Titi juga menyarankan penyesuaian waktu konsumsi obat bagi pasien yang sering merasa mual. Obat TBC dapat diminum pada malam hari sebelum tidur agar efek tidak terlalu terasa.
Baca juga: 9 Makanan untuk Penderita TBC, Wajib Coba Supaya Lekas Sehat Lagi!
“Pola minumnya menjadi malam hari sebelum tidur. Orang sudah mengantuk, sudah tidak terasa apa-apa, sehingga tidak terlalu mengeluh mual lagi,” ujarnya.
Namun, apabila pasien mengalami gejala berat seperti muntah terus-menerus atau mata menguning, ia mengimbau agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat untuk memastikan kondisi fungsi organ, terutama hati.
Kepatuhan minum obat secara teratur dan tuntas menjadi kunci keberhasilan pengobatan TBC sekaligus mencegah munculnya kasus TBC resistan obat yang lebih sulit ditangani.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA