INDOZONE.ID - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memastikan kesiapan rumah sakit dan layanan kesehatan untuk mengantisipasi potensi lonjakan penyakit setelah libur Idul Fitri serta di tengah masa peralihan musim.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Sri Puji Wahyuni, menyatakan seluruh rumah sakit telah siap, termasuk dalam penanganan penyakit menular.
"Rumah sakit di Jakarta sudah siap. Untuk penyakit menular setiap rumah sakit umum daerah (RSUD) sudah punya ruang isolasi," ujarnya dikutip Kamis (26/3/2026).
Baca juga: Dinkes DKI: 93 Persen Warga Jakarta Kurang Aktivitas Fisik
Terkait kemungkinan peningkatan kasus usai Lebaran, pihaknya masih melakukan pemantauan. Hingga saat ini, belum ditemukan lonjakan kasus, namun pengawasan akan terus dilakukan setidaknya hingga pekan depan.
"Sampai saat ini belum ada (lonjakan kasus). Kami pantau sampai minggu depan," kata Puji.
Sebagai langkah antisipasi, Pemprov DKI telah menyiagakan 31 rumah sakit daerah, 44 puskesmas, dan 292 puskesmas pembantu untuk memberikan layanan kesehatan secara menyeluruh kepada masyarakat.
Baca juga: BPJS Kesehatan: Biaya Penanganan Gagal Ginjal per Pasien Lebih Tinggi dari Penyakit Jantung
Selain itu, Dinas Kesehatan juga memperkuat koordinasi antar fasilitas layanan melalui sistem rujukan terintegrasi, guna memastikan setiap kasus dapat ditangani dengan cepat dan tepat.
Di sisi lain, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika memprakirakan awal musim kemarau 2026 akan mulai terjadi pada April di 114 zona musim di Indonesia, kemudian meluas secara bertahap pada Mei hingga Juni.
BMKG juga memperkirakan musim kemarau tahun ini akan berlangsung lebih panjang dan cenderung lebih kering dibandingkan tahun sebelumnya, meski sebagian wilayah masih berada pada kondisi normal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA