INDOZONE.ID - Pernah ngeh nggak sih, belakangan ini nada dering khas Samsung "Over the Horizon" kerasa beda banget? Buat edisi 2026 ini, vibes-nya tiba-tiba berubah jadi semegah soundtrack film petualangan epik yang bikin merinding.
Nah, di balik aransemen magis itu, ternyata ada tangan dingin musisi muda asal Indonesia, Eunike Tanzil.
Buat kamu yang suka ngulik trivia musik atau kultur internet, perjalanan karier perempuan kelahiran 1998 ini bener-bener definisi mindblowing dan wajib banget masuk radar.
Kecintaan Eunike sama dunia musik udah kelihatan dari umur enam tahun. Bedanya dari anak-anak yang sekadar les piano klasik atau electone, dia lebih suka ngulik harmoni dan bikin melodinya sendiri.
Baca juga: Bapak Ini Terpental Saat Unboxing Kasur Baru, Videonya Bikin Heboh Media Sosial
Passion ini akhirnya ngebawa dia terbang ke Boston buat kuliah di Berklee College of Music. Nggak main-main, dia dapet beasiswa penuh buat mendalami film scoring.
Habis itu, dia lanjut S2 ke kampus seni paling top tier sedunia, The Juilliard School, lagi-lagi pakai beasiswa penuh. Di sana, skill komposisinya makin diasah langsung sama John Corigliano, komposer legendaris pemenang piala Oscar.
Ilmu dari kampus dia sikat buat terjun langsung ke industri film. Kalau kamu pernah nonton The Addams Family 2, I Wanna Dance With Somebody, atau Asian Persuasion, Eunike adalah salah satu sosok di balik layar yang ngurusin departemen musiknya.
Dia bahkan sampai tembus masuk program prestisius NBC Universal Composers Initiative. Tapi tenang, dia juga nggak lupa sama industri film Tanah Air.
Baca juga: Intip Acara Manager Fest 2026 di FX Jakarta, Pembicara Kompeten Ngumpul!
Buat kamu yang sudah nonton film lokal Pelangi di Mars, komposisi musik pendukung yang bikin emosi naik-turun di sepanjang film itu adalah hasil racikan full scoring dari Eunike.
Menariknya, nama Eunike justru makin meledak di internet gara-gara keisengannya. Waktu industri Hollywood lagi lumpuh karena demo massal penulis naskah, dia mutusin buat bikin konten TikTok berjudul "Hum Me a Melody".
Konsepnya effortless tapi jenius: dia nyetop orang random di jalan, minta mereka nyenandungin nada acak, terus nada itu dia sulap jadi aransemen orkestra simfonik yang megah.
Konten ini sukses ngubah stigma kalau komposer orkestra itu kaku. Berkat konten ini juga, audiens Gen-Z jadi makin familier dan appreciate musik klasik.
Baca juga: Comic Frontier 22 Hadir di ICE BSD: Serunya Pasar Kreatif Terbesar yang Melibatkan 1.500 Circle!
Eksistensi digitalnya yang kuat ngebukain banyak banget pintu kolaborasi epik. Eunike pernah nggarap proyek bareng YouTuber TwoSet Violin, musisi jazz Arturo Sandoval, sampai pemenang Grammy, Laufey.
Kolaborasi bareng Laufey ini yang paling bikin geleng-geleng kepala. Untuk campaign bareng Bose dan Porsche, mereka berdua cuma dikasih waktu tiga jam on the spot buat nyiptain dan memproduksi lagu "Only Mine" dari nol.
Di bawah pressure segila itu, Eunike tetep bisa ngeksekusi aransemen strings yang magical banget.
Tahun 2026 ini emang bener-bener jadi tahun keemasan buat Eunike. Bayangin aja, dia masuk daftar "Rising Stars of 2026" versi Classic FM, jadi Composer-in-Residence buat Colorado Springs Philharmonic, dan udah ngerilis album debut bareng label legendaris Deutsche Grammophon.
Baca juga: Ini Rincian Tugas dan Gaji Mitra Statistik BPS 2026
Karyanya pun udah tembus dimainin sama Los Angeles Philharmonic di panggung super ikonik, Hollywood Bowl. Tapi di antara semua pencapaian itu, cerita di balik proyek "Over the Horizon" bareng Samsung bener-bener jadi plot twist yang manis.
Dua tahun lalu, Eunike iseng bikin konten ngaransemen berbagai nada dering HP jadi orkestra, terus ngasih caption candaan nungguin Samsung nge-hire dia. Siapa sangka, kekuatan manifesting itu beneran kejadian.
Pihak Samsung nge-DM dan nawarin dia buat menggarap theme song kebanggaan mereka. Buat ngeksekusi proyek ini, Eunike sampai diterbangin ke London buat rekaman langsung bareng Royal Philharmonic Orchestra di Abbey Road Studios yang legendaris itu.
Kerennya lagi, di tengah gemuruh enam nada dasar Samsung dan aransemen orkestra internasional, Eunike dengan cerdas nyelipin alunan suara angklung.
Baca juga: Manager Fest 2026 Digelar Lagi di FX Sudirman, Deretan Pembicara Lintas Industri Siap Beraksi!
Sebuah sentuhan personal yang sukses ninggalin jejak budaya Indonesia di nada dering yang bakal didengerin sama jutaan orang di seluruh dunia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber