Ilustrasi kanker payudara (Pixabay/Marijana1)
INDOZONE.ID - Banyak orang menganggap benjolan sebagai tanda utama kanker payudara. Padahal, kondisi ini tidak selalu muncul pada setiap penderita. Pada sebagian kasus, kanker payudara justru berkembang tanpa benjolan yang dapat diraba sehingga kerap terlambat dikenali.
Beberapa jenis kanker payudara bahkan lebih sering menimbulkan perubahan pada kulit, puting, atau area di sekitar payudara dibandingkan benjolan.
Karena itu, memahami berbagai tanda lain yang mungkin muncul menjadi langkah penting agar penyakit dapat terdeteksi sedini mungkin. Berikut enam tanda kanker payudara tanpa benjolan yang sering tidak disadari.
Baca juga: Tidak Disangka! Obat Asma Ini Berpotensi Hambat Kanker Payudara Triple Negatif
Ilustrasi wanita kena kanker payudara (Freepik/diana.grytsku)
Tidak semua kanker payudara memiliki gejala berupa benjolan. Ada beberapa jenis yang justru berkembang tanpa membentuk massa yang mudah diraba.
Salah satunya adalah karsinoma lobular, yaitu kanker yang berasal dari lobulus atau kelenjar penghasil ASI.
Berbeda dengan jenis kanker yang tumbuh di saluran susu, karsinoma lobular biasanya menyebabkan jaringan payudara terasa lebih tebal atau berbeda teksturnya tanpa adanya benjolan yang jelas.
Jenis lain adalah kanker payudara inflamasi, yang tergolong langka tetapi bersifat agresif. Kanker ini umumnya memicu kemerahan, pembengkakan, rasa hangat, hingga kulit payudara tampak seperti kulit jeruk akibat penyumbatan pembuluh limfa oleh sel kanker.
Selain itu, terdapat ductal carcinoma in situ (DCIS) atau karsinoma duktal in situ yang merupakan kanker stadium sangat awal. Kondisi ini sering kali tidak menimbulkan gejala apa pun dan baru diketahui melalui pemeriksaan mamografi.
Baca juga: Pakai Bra Terlalu Ketat Bisa Picu Kanker Payudara? Ini Fakta Medis yang Bikin Kaget!
Pada tahap awal, kanker payudara sering berkembang secara diam-diam tanpa memunculkan tanda yang jelas. Tumor yang masih berukuran sangat kecil biasanya belum dapat diraba sehingga penderita tidak menyadari keberadaannya.
Teknologi skrining seperti mamografi, USG, dan MRI mampu mendeteksi kanker sebelum benjolan atau gejala lain muncul. Penelitian juga menunjukkan bahwa sekitar 17 persen kasus kanker payudara didiagnosis tanpa adanya benjolan saat pertama kali pasien memeriksakan diri.
Hal ini menjadi alasan mengapa pemeriksaan rutin sangat penting, terutama bagi perempuan yang memiliki faktor risiko lebih tinggi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Healthdigest.com