PPM Parepare Gelar Lomba Puisi di Hari Lahir Pancasila, Isi Liburan Pelajar dengan Semangat Kebangsaan
INDOZONE.ID - Sebagai bentuk nyata menjaga semangat persatuan dan nilai-nilai luhur bangsa, Pemuda Panca Marga (PPM) Kota Parepare menggelar ajang lomba baca puisi antar pelajar jenjang SMP dan MTs tingkat kota.
Kegiatan ini sekaligus menjadi cara organisasi kepemudaan keturunan veteran itu memperingati Hari Lahir Pancasila, sekaligus memberi alternatif kegiatan positif saat masa liburan sekolah berlangsung.
Mengusung tema “Rangkai Kata Menjadi Makna, Suarakan Jiwa dan Menginspirasi Dunia”, pertunjukan bacaan puisi akan dilaksanakan Sabtu, 27 Juni 2026, bertempat di Gedung Perpustakaan Kota Parepare.
Andi Bangsawan Abdullah Bau Massepe, Wakil Ketua PPM Parepare yang menyampaikan keterangan atas nama Ketua Amarun Agung Hamka, menegaskan bahwa ajang ini jauh lebih dari sekadar perlombaan biasa.
Baca juga: Angka dalam Bahasa Inggris 1-100 Lengkap dan Cara Membacanya
Di balik setiap baris puisi yang dibacakan, terselip misi pembinaan karakter, pengasahan keberanian berekspresi, serta penanaman rasa cinta tanah air yang kokoh.
“Momen lahirnya Pancasila tanggal 1 Juni menjadi latar utama kami merancang kegiatan ini. Kami ingin nilai-nilai dasar negara itu tidak hanya dibaca di buku pelajaran, tapi terasa dan dihayati langsung oleh anak-anak,” ujarnya, Jumat (26/6/2026).
Pilihan pada pelajar tingkat menengah pertama bukan tanpa makna. Menurut Andi Bangsawan, usia ini adalah masa emas pembentukan pandangan hidup.
Lewat puisi—media sastra yang luwes dan menyentuh hati—PPM juga ingin memperkenalkan jati diri organisasi sebagai penerus semangat perjuangan para veteran.
Baca juga: Belajar Angka dalam Bahasa Jawa 1-100, Ngoko dan Krama serta Makna Filosofinya
“Kami ingin generasi muda tahu asal‑usul dan sejarah bangsa lewat cara yang menyenangkan. Puisi jadi jembatan indah untuk menyampaikan pesan luhur sekaligus melestarikan kekayaan sastra kita,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Penyelenggara, David Bren Pasandde, menaruh harapan besar agar kegiatan ini menjadi pelipur sekaligus pengarah waktu luang siswa saat libur sekolah.
Daripada habis terbuang tanpa tujuan, masa libur justru bisa jadi waktu berharga untuk menyalurkan bakat sekaligus memperkokoh rasa nasionalisme.
“Kami ingin anak-anak pulang bukan hanya membawa pengalaman bertanding, tapi juga rasa bangga lebih dalam terhadap bangsa dan warisan nilai-nilai Pancasila,” tutup David.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan